Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Kondisi bangkai hiu paus yang terdampar di Pantai Congot, Kapanewon Temon, Jumat (28/2/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY menemukan penyebab matinya hiu paus yang terdampar di Muara Sungai Bogowonto, yang masuk kawasan Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, Jumat (28/2/2020).
Anggota Resort Konservasi BKSDA DIY wilayah Kulonprogo, Nur Surantiwi, mengatakan ada kemungkinan hiu paus ini mati karena faktor alam. Berkaca dari kasus terdahulu di Bantul, matinya hiu paus didahului dengan sakitnya hewan tersebut. Hal itu membuat tubuh hiu menjadi lemah sehingga mudah terbawa ombak pantai. Terlebih belakangan ini ombak pantai selatan Jawa sedang meninggi.
"Untuk penyebabnya kemungkinan karena faktor alam, kalau faktor manusia menurut keterangan tim dokter hewan tidak ditemukan kail pancing maupun sampah. sehingga kasus ini tidak ada kaitannya dengan manusia, tapi kepastiannya teyap harus menunggu hasil lab terlebih dahulu," terangnya.
Atas kejadian ini, Nur menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat dan jajaran Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, untuk segera mengubur bangkai paus itu. Ini dilakukan agar bangkai tersebut tidak diambil oleh masyarakat.
"Yang kami khawatirkan, hiu paus ini sudah kena penyakit zoonosis yakni penyakit yang bisa menular dari satwa ke manusia maupun sebaliknya, intinya daging hewan ini tidak boleh dikonsumsi," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya seekor hiu paus ditemukan mati terdampar di Muara Sungai Bogowonto yang masuk kawasan Pantai Congot, Kapanewon Temon, Jumat (28/2).
Koordinator Sarlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan bangkai hewan yang dilindungi itu ditemukan pertama kali oleh sejumlah warga yang tengah memancing di kawasan tersebut sekitar pukul 06.00 WIB.
Melihat hal itu, warga lantas melapor ke POS TNI AL yang tak jauh dari lokasi penemuan dilanjutkan laporan ke personil SRI Wilayah V Kulonprogo. Berangkat dari laporan tersebut, langsung ditindaklanjuti dengan menuju ke tempat penemuan.
"Dari hasil pendataan diketahui panjangnya sekitar 4,5 meter, lebar kepala 1 meter dan sirip 60 cm, tidak ditemukan luka terhadap bangkai tersebut, kemungkinan ini hius paus yang sebelumnya muncul pesisir Kulonprogo," ujar Aris ditemui di lokasi penemuan, Jumat siang.
Personil SAR dibantu warga sekitar, polisi dan TNI, saat ini telah mengevakuasi bangkai tersebut ke daratan yang lebih tinggi. Garis polisi telah dipasang agar tidak diambil oleh oknum tak bertanggungjawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.