Gejala Awal Ebola Varian Bundibugyo, Jangan Terkecoh Mirip Flu Biasa
Kenali gejala awal Ebola varian Bundibugyo yang kini menjadi perhatian dunia. Dosen FKIK UMY menjelaskan gejala, kelompok berisiko, hingga langkah pencegahan.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat diwawancarai wartawan seusai bersaksi di sidang korupsi proyek SAH Supomo di Pengadilan Tipikor Jogja, Selasa (26/2/2020).-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Haryadi Suyuti tak lagi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar DIY karena ingin fokus pada jabatannya di pemerintahan sebagai Wali Kota Jogja. Namun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Airlangga Hartarto akan memberikan tugas khusus kepada Haryadi.
Kepemimpinan baru DPD I Golkar DIY akan segera membentuk tim untuk persiapan Pilkada di tiga kabupaten di DIY.
Politikus Golkar DIY Haryadi Suyuti menyatakan pihaknya tidak maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar DIY karena akan fokus pada penyelesaian jabatannya sebagai Wali Kota Jogja yang tersisa dua tahun tiga bulan. Ia tetap memberikan dukungan penuh kepada Golkar dan berharap melalui Musda X ini menjadi momentum untuk Golkar semakin lebih baik ke depannya.
“Yang jelas, saya ingin lebih konsentrasi pada dua tahun, tiga bulan masa jabatan saya sebagai Wali Kota Jogja dan tidak maju [sebagai calon ketua DPD] bukan berarti tidak berkomitmen terhadap Golkar. [Meski pun tidak jadi Ketua DPD I] Saya tetap kuning [Golkar] ya, saya akan mendukung penuh kepengurusan DPD Partai Golkar DIY harus maju dan berkembang, saya siap mendukung tidak hanya DPD I,” katanya di sela-sela Musda X di Hotel Saphir, Jogja, Rabu (4/3/2020).
Beberapa bulan sebelum pelaksanaan Musda X Golkar DIY sejumlah kelompok yang mengatasnamakan pemuda dari Partai Golkar sempat mendesak Haryadi, agar mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD I Golkar DIY. Haryadi dinilai gagal mengawaki Golkar DIY karena terjadi penurunan drastis perolehan kursi legislatif DIY.
Bendara Umum DPP Partai Golkar Dito Ganinduto menyatakan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto telah menyiapkan tugas khusus kepada Haryadi setelah menuntaskan jabatannya sebagai Wali Kota Jogja. DPP Golkar menilai Haryadi adalah kader terbaiknya di daerah sehingga layak mendapatkan penugasa khusus demi pengabdian kepada masyarakat.
“Pak Haryadi ini punya pengalaman yang cukup bagus dan menjadi salah satu kader kami yang terbaik, jadi beliau biar menyelesaikan di sini [sebagai Wali Kota Jogja] setelah itu nanti pasti akan ada penugasan dari Ketua Umum, penugasan khusus untuk pengabdian karena kader kami akan tempatkan maupun di legislatif, sudah mempersiapkan semuanya, habis ini ada penugasan khusus dari Ketua Umum,” ucapnya.
Namun Dito enggan membeberkan bentuk tugas yang akan diberikan, tetapi akan diarahkan sesuai dengan kinerjanya selama ini di pemerintahan. Penugasan khusus itu diberikan karena dinilai memiliki sejumlah prestasi selama menjadi perwakilan kader Golkar di pemerintahan.
“Nanti, nanti, rahasia, masih dua tahun [Pak Haryadi] biar menyelesaikan di sini [Jogja] dulu. Kalau sudah selesai ada penugasan khusus dari Pak Ketum. Arahnya rahasia, yang jelas sesuai dengan pengalaman dan prestasi kerjanya selama ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali gejala awal Ebola varian Bundibugyo yang kini menjadi perhatian dunia. Dosen FKIK UMY menjelaskan gejala, kelompok berisiko, hingga langkah pencegahan.
Prediksi Argentina vs Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026: Messi vs Salah. Statistik tunjukkan Argentina lebih produktif, Mesir lebih kolektif.
Disdikpora Kota Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang memungut biaya serta menjual seragam. Siswa baru boleh memakai seragam SD hingga tiga bulan.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul dibuka 13-23 Juli 2026. Panitia diminta cermat untuk mencegah sengketa pemilihan.
BMKG menyebut gempa M5,5 di Laut Maluku dipicu subduksi lempeng. Gempa tidak berpotensi tsunami dan belum diikuti gempa susulan.