Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Camat Semanu Huntoro Purbo Wargono (mengenakan topi) meninjau lokasi banjir yang merendam area persawahan di Dusun Semenu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Minggu (8/3/2020)./Istimewa-Dokumen Kecamat Semanu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Gunungkidul, Sabtu (7/3/2020) merendam lahan pertanian di Kecamatan Semanu. Di Dusun Semanu Kidul, Desa Semanu, lahan pertanian terendam hingga setinggi 1,3 meter. Dampaknya, petani terancam gagal panen.
Kepala Dusun Semanu Kidul, Mujiyana, mengatakan lahan yang terendam air mencapai 1,25 hektare. Akibat banjir yang terjadi, padi yang ditanam petani terancam membusuk apabila air tidak cepat surut. “Kalau terus menerus tergenang kami bisa gagal panen,” kata Mujiyana, Minggu (8/3/2020).
Menurut dia, padi yang ditanam saat ini sudah memasuki masa panen. Meski demikian petani belum sempat memanen dan sudah terendam air. Dia menjelaskan banjir terjadi dikarenakan hujan deras yang mengguyur Sabtu malam. “Mudah-mudah cepat surut sehingga padi yang ditanam bisa diselamatkan,” katanya.
Mujiyana menuturkan di lahan yang terenang merupakan langganan banjir. Hampir setiap tahun saat terjadi hujan deras dengan durasi waktu yang lama di lokasi tersebut sering kebanjiran. “Lokasinya lebih rendah daripada wilayah lain. Jadi, saat hujan turun air dari delapan dusun masuk ke area persawahan yang terendam,” katanya.
Selain hujan dan lokasi yang lebih rendah, genangan sulit surut karena luweng (gua vertikal) yang berada di sekitar lokasi tidak mampu menampung debit air sehingga menimbulkan banjir. “Mudah-mudahan ada solusi agar area tersebut tidak menjadi langganan banjir,” kata Mujiyana.
Camat Semanu, Huntoro Purbo Wargono, menyatakan jajarannya sudah meninjau lahan yang kebanjiran di wilayah Desa Semanu. “Hingga Minggu siang airnya belum surut,” katanya.
Huntoro berharap kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul atau organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pemkab untuk menormalisasi luweng. Menurut dia, luweng di sekitar lahan yang kebanjiran butuh diperbaiki sehingga bisa menampung debit air hujan sehingga banjir bisa diatasi. “Lubang luweng hanya kecil sehingga tidak bisa menampung air secara maksimal hingga akhirnya terjadi genangan di sawah,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, membenarkan adanya area lahan padi yang tergenang banjir di Dusun Semanu Kidul, Desa Semanu. Menurut dia, total area yang terendam mencapai 1,25 hektare. “Untuk saat ini baru wilayah Semanu. Daerah lain seperti Gedangsari masih aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.
Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia vs Malaysia 0-0. Simak posisi Garuda dan skenario laga terakhir melawan Bangladesh.