Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, WATES—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo menyatakan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) perlu disoroti lantaran tahun ini ada kenaikan angka pasien DBD hingga empat kali lipat.
Hal ini membuat jawatan ini menetapkan status waspada DBD. “DBD tahun ini peningkatannya empat kali lipat. Ini juga perlu diwaspadai di antara ramainya virus lainnya,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami, Senin (9/3/2020).
Terlebih, memasuki pekan ke-10 pada tahun ini sudah tercatat ada 71 kasus DBD di Kulonprogo. Angka ini naik empat kasus yang muncul di bulan ini menyusul kasus sebelumnya yang menyebutkan ada 67 kasus sepanjang Januari-Februari 2020.
Meski begitu, Dinkes belum menyatakan penambahan titik pengasapan karena belum terbukti ada penularan setempat. Selama ini, Dinkes Kulonprogo sudah menggelar pengasapan di Prembulan, Galur; Terbah, Wates; Brosot, Galur; Sidorejo, Lendah; serta di Glagah, Temon.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo Baning Rahayujati menyatakan dari 71 kasus ini tersebar di berbagai wilayah di Kulonprogo. Ia menyoroti di beberapa titik yang tadinya tidak ada nyamuk aedes aegypti, tahun ini terdeteksi, sehingga penyakit ini menyebar. Salah satunya di Perbukitan Menoreh yang sebelumnya tidak ada kasus DBD.
Menurut Baning, DBD tidak ada obatnya sehingga selama ini pengobatan hanya dilakukan untuk menangani simptom. Jika mengeluh demam, maka pasien akan diberi obat demam namun tidak diberi obat DBD secara khusus.
Untuk bisa mencegah penularan ini, Baning meminta segenap masyarakat untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Terlebih, hasil penilaian angka bebas jentik di Kulonprogo menyebutkan belum ada wilayah di Kulonprogo yang memenuhi syarat bebas jentik.
“Semuanya masih di bawah 95 persen angka bebas jentiknya. Jadi semua wilayah punya risiko tertular karena jentiknya banyak,” kata dia. Ia mengimbau di musim hujan ini setiap genangan air dikuras, ataupun jika tidak diberi Abate yang bisa didapat gratis di Puskesmas setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.