Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, BANTUL—Gempa bumi bermagnitudo 5,0 yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (12/3) sore, terasa hingga Bantul. Warga Bantul sempat berhamburan ke luar rumah saat merasakan gempa di laut arah barat daya Pacitan dengan kedalaman 53 kilometer tersebut.
Damiyati, 30, salah satunya warga Trirenggo, Desa Bantul, sempat berlari sampai halaman rumah, “Saya pas sedang santai di ruang tengah tiba-tiba ada goyangan,” kata dia, Kamis.
Awalnya dia masih belum menyadari guncangan itu merupakan gempa bumi, namun setelah melihat lampu gantung dan rak piring bergoyang Damiyati langsung lari.
Tak hanya dia, ibu dan kedua adiknya pun juga ikut keluar. Damiyati mengatakan dirinya masih trauma dengan gempa bumi yang terjadi 2006 silam sehingga ketika merasakan goncangan sedikit saja terasa waswas. Sementara hingga berita ini diturunkan belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa ini dari otoritas resmi kebencanaan Pemkab Bantul.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyatakan tidak ada laporan kerusakan, "Sejauh ini aman terkendali," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasional BPBD Bantul, Aka Luk Luk.
Kepala Stasiun Geofisika Mlati Sleman Yogyakarta, Agus Riyanto, mengatakan berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi bermagnitudo 5,0 terjadi pukul 15.03 WIB di wilayah Samudera Hindia di selatan Pulau Jawa.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9.06 LS dan 110.56 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 113 kilometer arah Barat Daya Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 53 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme sesar turun," kata Agus.
Menurut Agus, goncangan gempa bumi ini dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pacitan, Ponorogo, dan Tulungagung. Selain itu, gempa juga terasa hingga Klaten, Purworejo, dan Cilacap, Jawa Tengah. “Kalau di DIY, Bantul dan Wonosari [Gunungkidul] bisa merasakan. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.