Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, BANTUL—Gempa bumi bermagnitudo 5,0 yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (12/3) sore, terasa hingga Bantul. Warga Bantul sempat berhamburan ke luar rumah saat merasakan gempa di laut arah barat daya Pacitan dengan kedalaman 53 kilometer tersebut.
Damiyati, 30, salah satunya warga Trirenggo, Desa Bantul, sempat berlari sampai halaman rumah, “Saya pas sedang santai di ruang tengah tiba-tiba ada goyangan,” kata dia, Kamis.
Awalnya dia masih belum menyadari guncangan itu merupakan gempa bumi, namun setelah melihat lampu gantung dan rak piring bergoyang Damiyati langsung lari.
Tak hanya dia, ibu dan kedua adiknya pun juga ikut keluar. Damiyati mengatakan dirinya masih trauma dengan gempa bumi yang terjadi 2006 silam sehingga ketika merasakan goncangan sedikit saja terasa waswas. Sementara hingga berita ini diturunkan belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa ini dari otoritas resmi kebencanaan Pemkab Bantul.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyatakan tidak ada laporan kerusakan, "Sejauh ini aman terkendali," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasional BPBD Bantul, Aka Luk Luk.
Kepala Stasiun Geofisika Mlati Sleman Yogyakarta, Agus Riyanto, mengatakan berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi bermagnitudo 5,0 terjadi pukul 15.03 WIB di wilayah Samudera Hindia di selatan Pulau Jawa.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9.06 LS dan 110.56 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 113 kilometer arah Barat Daya Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 53 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme sesar turun," kata Agus.
Menurut Agus, goncangan gempa bumi ini dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pacitan, Ponorogo, dan Tulungagung. Selain itu, gempa juga terasa hingga Klaten, Purworejo, dan Cilacap, Jawa Tengah. “Kalau di DIY, Bantul dan Wonosari [Gunungkidul] bisa merasakan. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Donald Trump membuka peluang kesepakatan dengan Iran sebelum opsi militer diambil. Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz terus meningkat.
PM Thailand Anutin Charnvirakul menawarkan 36 kendaraan lapis baja amfibi AWAV untuk Korps Marinir TNI dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo.
Harga Pertamax turun mulai Agustus 2026, tetapi selisih hampir Rp6.000 per liter dengan Pertalite dinilai masih memicu migrasi ke BBM subsidi.
Jogja Run'nShine 2026 menargetkan 3.500 pelari dengan konsep sporty & artsy. Event digelar 18-20 September di Jogja.
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji pada 11 Agustus 2026 di PN Jakarta Pusat.