Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, BANTUL—Gempa bumi bermagnitudo 5,0 yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (12/3) sore, terasa hingga Bantul. Warga Bantul sempat berhamburan ke luar rumah saat merasakan gempa di laut arah barat daya Pacitan dengan kedalaman 53 kilometer tersebut.
Damiyati, 30, salah satunya warga Trirenggo, Desa Bantul, sempat berlari sampai halaman rumah, “Saya pas sedang santai di ruang tengah tiba-tiba ada goyangan,” kata dia, Kamis.
Awalnya dia masih belum menyadari guncangan itu merupakan gempa bumi, namun setelah melihat lampu gantung dan rak piring bergoyang Damiyati langsung lari.
Tak hanya dia, ibu dan kedua adiknya pun juga ikut keluar. Damiyati mengatakan dirinya masih trauma dengan gempa bumi yang terjadi 2006 silam sehingga ketika merasakan goncangan sedikit saja terasa waswas. Sementara hingga berita ini diturunkan belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa ini dari otoritas resmi kebencanaan Pemkab Bantul.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyatakan tidak ada laporan kerusakan, "Sejauh ini aman terkendali," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasional BPBD Bantul, Aka Luk Luk.
Kepala Stasiun Geofisika Mlati Sleman Yogyakarta, Agus Riyanto, mengatakan berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi bermagnitudo 5,0 terjadi pukul 15.03 WIB di wilayah Samudera Hindia di selatan Pulau Jawa.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9.06 LS dan 110.56 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 113 kilometer arah Barat Daya Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 53 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme sesar turun," kata Agus.
Menurut Agus, goncangan gempa bumi ini dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pacitan, Ponorogo, dan Tulungagung. Selain itu, gempa juga terasa hingga Klaten, Purworejo, dan Cilacap, Jawa Tengah. “Kalau di DIY, Bantul dan Wonosari [Gunungkidul] bisa merasakan. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
SNTL 2026 mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan mitra untuk membahas teknologi dan manajemen lingkungan berkelanjutan.
Malaysia menang 6-0 atas Singapura, tetapi gagal ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.
Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pesta gol Garuda.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.