Jemaah Haji Probolinggo Wafat di Makkah, Sempat Dirawat di ICU
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Kerusakan akibat gempa Jogja 2006. - ist/Wikimedia
Harianjogja.com, JAKARTA—Dua puluh tahun setelah gempa besar mengguncang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2006, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai momen ini sebagai pengingat keras bahwa mitigasi bencana tidak boleh lagi ditunda.
BNPB mencatat hingga awal 2026, Indonesia telah mengalami sekitar 700 kejadian bencana, menunjukkan risiko yang terus berulang dan perlu dikelola sejak dini, bukan sekadar ditangani saat darurat.
Untuk memudahkan memahami pesan utama dari momentum ini, berikut poin penting yang disampaikan BNPB:
Pesan Kunci dari 20 Tahun Gempa Yogyakarta
Sebagai konteks, gempa besar di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2006 menjadi salah satu bencana paling berdampak di Indonesia dan memicu perubahan besar dalam sistem penanggulangan bencana nasional.
Raditya juga menekankan pentingnya penguatan literasi, edukasi, serta sistem peringatan dini yang terhubung langsung dengan masyarakat.
“Mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi melakukan simulasi. Di Sleman bisa gunakan skenario erupsi Merapi, di pesisir Bantul bisa gunakan skenario tsunami. Jangan menunggu kejadian baru sibuk merencanakan,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi investasi jangka panjang untuk membangun ketangguhan bangsa menuju Indonesia 2045.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 15 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.