AI Makin Canggih, Pakar Tegaskan Peran Jurnalis Tetap Tak Tergantikan
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Pemateri menyampaikan ulasan terkait desain rumah sakit dalam workshop tentang arsitektur Rabu (12/3/2020). /Ist-FTSP UII.
Harianjogja.com, JOGJA-- Desain bangunan rumah sakit seharusnya tidak asal-asalan, tetapi harus sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi medis. Desain fisik berikut fasilitas rumah sakit harus bisa mendukung untuk penyembuhan pasien dengan cepat.
Anggota IAI DIY Handoyotomo menjelaskan perencanaan desain pembangunan rumah sakit memang berbeda dengan bangunan fisik lainnya. Karena dibutuhkan suatu ruang khusus yang butuh perhatian tersendiri dalam mendesainnya. Oleh karena itu dalam membuat perencanaan bangunan harus melalui analisis setiap kebutuhan ruangan serta melakukan riset terhadap berbagai infrastruktur pendukung di lingkungan rumah sakit yang akan dibangun tersebut.
"Arsitektur rumah sakit ini memiliki kekhususan, terutama kaitannya dengan kebutuhan yang sangat spesifik untuk dunia medis," katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (14/3/2020).
Salah satu pendekatan yang tepat dalam konteks perencanaan desain rumah sakit adalah Evidence Based Design (EBD). Melalui pendekatan ini akan memunculkan healing enviroment atau penyembuhan berbasis lingkungan yang menjadi dasar dalam membuat desain arsitektur rumah sakit.
"Perkembangan arsitektur rumah sakit harus sejalan perkembangan keilmuan di bidang kedokteran serta teknologi medis yang digunakan di rumah sakit. Healing environment perlu diperkenalkan untuk menciptakan lingkungan fisik yang dapat mempercepat proses pemulihan pasien," katanya.
Ketua Program Studi Magister Arsitektur UII Suparwoko menyatakan soal desain rumah sakit itu dibahas dalam workshop yang dihelat Rabu (12/3/2020) lalu di FTSP UII. Kegiatan ini diikuti puluhan praktisi di bidang desain perencanaan, arstiek, mahasiswa dan dosen dari berbagai kota di Indonesia.
Pertemuan ilmuah itu mengupas terkait proses desain dan perancangan rumah sakit yang berbeda dengan desain bangunan umumnya. Utamanya terkait riset awal yang harus dilakukan untuk menentukan arsitektur rumah sakit dengan mempertimbangkan banyak unsur. Mulai dari keluarga pasien dan pasien selaku pengguna. Selain itu melihat sisi keamanan, keselamatan, kenyamanan privasi dan meminimalisasi kesalahan.
"Pembahasan kami lebih pada riset untuk desain di dunia perancangan arsitektur khususnya arsitektur rumah sakit yang harus menyesuaikan perkembangan teknologi saat ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Pemkab Sleman mengalokasikan hibah Rp3,193 miliar untuk tujuh ormas keagamaan dan 14 tempat ibadah pada 2026. Dana berasal dari APBD dan akan diawasi penggunaan
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.
Kodim 0730/Gunungkidul memperketat pengamanan proyek Koperasi Desa Merah Putih setelah pencurian peralatan senilai Rp17,5 juta terjadi di lokasi pembangunan KDM
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.