Olah Sampah Jadi Energi, Pekerja GO-SARI Kini Dilindungi BPJamsostek
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Sejumlah awak media mendengarkan penjelasan mengenai satu pasien rujukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Rabu (29/01/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sleman memastikan seluruh masjid di Bumi Sembada tetap menggelar salat Jumat berjemaah. Warga yang sedang sakit dianjurkan untuk melaksanakan salat zuhur di rumah.
Sekretaris Umum MUI Sleman Arif Mahfud mengatakan hingga kini belum ada laporan soal masjid di Sleman soal larangan menggelar salat Jumat secara berjemaah. Alasannya, Sleman sampai saat ini bukan termasuk daerah yang dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.
"Sebenarnya Dewan Masjid Indonesia yang mengoordinasi hal ini. Tetapi sejauh ini, belum ada laporan adanya masjid yang tidak menggelar salat Jumat berjemaah. Semua masjid masih menggelar salat Jumat berjemaah," katanya, Kamis (19/3/2020).
Kendati begitu, MUI tetap mengingatkan warga untuk tetap hati-hati dan waspada dengan kondisi saat ini. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, MUI meminta agar jemaah masjid untuk memperhatikan kerenggangan saf. Jemaah juga diminta untuk membawa perlengkapan solat sendiri-sendiri. "Kami juga meminta agar masjid tetap dibersihkan setiap hari dan menyediakan sabun cair bagi jemaahnya," kata Arif.
Adapun warga yang sedang sakit dihimbau untuk tidak memaksakan diri mengikuti solat Jumat di masjid. Bagi jemaah yang mengalami flu, batuk dan pilek dianjurkan menggunakan masker. "Kalau yang demam atau kondisi kesehatannya tidak baik, kami sarankan untuk tidak solat di masjid dulu, ya saling menjaga diri. Ini hanya imbauan [lisan], bukan keputusan [tertulis]," kata Arif.
Terpisah, Takmir Masjid Agung Sudirohusodo Sleman Agaerul menyatakan salat Jumat berjamaah tetap dilaksanakan di masjid itu. Hanya durasi salat diperpendek dari biasanya. "Kami gelar hanya 20 menit. Saya sudah sampaikan ke katib maksimal salat 15 menit, kalau sebelumnya antara 20 hingga 30 menit," katanya.
Adapun materi yang akan disampaikan, kata dia, adalah menyangkut soal Covid-19. Langkah tersebut dilakukan sebagai sosialisasi bagi warga yang belum memahami virus tersebut.
Tak hanya itu, takmir juga menyediakan hand sanitizer bagi jamaah yang membutuhkan. "Jemaah salat Jumat kami antara 1.500 hingga 2.000 orang. Paling banyak dari PNS. Kami anjurkan untuk membawa sajadah dari rumah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Seluruh wilayah DIY masuk kategori awas karhutla pada 23-29 Agustus 2026. BMKG meminta masyarakat mewaspadai kebakaran saat musim kemarau.
Kemenhaj membuka seleksi petugas haji 1448 H/2027 M mulai 25 Agustus 2026. Simak formasi, syarat, tahapan, dan jadwalnya.
Tahun ini, cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fatma Jati Kirana, siswi kelas XI D MAN 5 Sleman, yang terpilih sebagai anggota Pasukan 8 Paskibraka
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya menghadapi perang skala penuh di tengah sanksi baru Amerika Serikat.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan kadet perempuan Muslim Unhan dapat mengenakan hijab selama menjalani pendidikan.