Ada Program Sertakan BPJamsostek, Perusahaan di Jogja Diajak Lindungi Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Sejumlah awak media mendengarkan penjelasan mengenai satu pasien rujukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Rabu (29/01/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sleman memastikan seluruh masjid di Bumi Sembada tetap menggelar salat Jumat berjemaah. Warga yang sedang sakit dianjurkan untuk melaksanakan salat zuhur di rumah.
Sekretaris Umum MUI Sleman Arif Mahfud mengatakan hingga kini belum ada laporan soal masjid di Sleman soal larangan menggelar salat Jumat secara berjemaah. Alasannya, Sleman sampai saat ini bukan termasuk daerah yang dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.
"Sebenarnya Dewan Masjid Indonesia yang mengoordinasi hal ini. Tetapi sejauh ini, belum ada laporan adanya masjid yang tidak menggelar salat Jumat berjemaah. Semua masjid masih menggelar salat Jumat berjemaah," katanya, Kamis (19/3/2020).
Kendati begitu, MUI tetap mengingatkan warga untuk tetap hati-hati dan waspada dengan kondisi saat ini. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, MUI meminta agar jemaah masjid untuk memperhatikan kerenggangan saf. Jemaah juga diminta untuk membawa perlengkapan solat sendiri-sendiri. "Kami juga meminta agar masjid tetap dibersihkan setiap hari dan menyediakan sabun cair bagi jemaahnya," kata Arif.
Adapun warga yang sedang sakit dihimbau untuk tidak memaksakan diri mengikuti solat Jumat di masjid. Bagi jemaah yang mengalami flu, batuk dan pilek dianjurkan menggunakan masker. "Kalau yang demam atau kondisi kesehatannya tidak baik, kami sarankan untuk tidak solat di masjid dulu, ya saling menjaga diri. Ini hanya imbauan [lisan], bukan keputusan [tertulis]," kata Arif.
Terpisah, Takmir Masjid Agung Sudirohusodo Sleman Agaerul menyatakan salat Jumat berjamaah tetap dilaksanakan di masjid itu. Hanya durasi salat diperpendek dari biasanya. "Kami gelar hanya 20 menit. Saya sudah sampaikan ke katib maksimal salat 15 menit, kalau sebelumnya antara 20 hingga 30 menit," katanya.
Adapun materi yang akan disampaikan, kata dia, adalah menyangkut soal Covid-19. Langkah tersebut dilakukan sebagai sosialisasi bagi warga yang belum memahami virus tersebut.
Tak hanya itu, takmir juga menyediakan hand sanitizer bagi jamaah yang membutuhkan. "Jemaah salat Jumat kami antara 1.500 hingga 2.000 orang. Paling banyak dari PNS. Kami anjurkan untuk membawa sajadah dari rumah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Polda Metro Jaya akan menggelar perkara setelah memeriksa Betrand Peto selama sekitar delapan jam terkait laporan dugaan kekerasan seksual.
John Herdman antusias menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F Piala Asia 2027. Simak jadwal dan kesiapan Timnas Indonesia.
Mario Aji finis ke-16 pada FP1 Moto2 Mandalika 2026. Izan Guevara menjadi yang tercepat setelah persaingan ketat di menit akhir.
Enam pebalap binaan Astra Honda siap berlaga di IM4AC 2026 seri Mandalika pada 9–11 Oktober. Mereka membidik podium di hadapan publik Indonesia.
Produksi kendaraan China mencapai 34,53 juta unit pada 2025, sekitar 30 kali Indonesia. Simak posisi Indonesia dan ekspor EV China.