Pemkab Sebut Ada 69 ODP Corona di Gunungkidul, 2 Orang PDP

Petugas Dinas Kesehatan menyemprotkan disinfektan di ruangan SPKT Mapolres Gunungkidul, Selasa (17/3/2020) - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
19 Maret 2020 17:37 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatat data yang masuk hingga Kamis (19/3/2020) sore, orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Gunungkidul bertambah menjadi 69 kasus. Selain itu, pasien dalam pengawasan (PDP) yang tadinya nihil, saat ini terdata sebanyak 2 kasus. Keduanya berjenis kelamin laki-laki dan berumur 55 tahun.

"Terhitung hari Kamis ini, di Gunungkidul ODP ada 69 orang dan PDP ada 2 orang," kata Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty ditemui diruangannya, Kamis (19/3/2020).

Dewi mengungkapkan 69 ODP tersebut tengah dirawat dirumah masing-masing dengan didampingi edukasi seperti tidak melakukan aktifitas diluar rumah dan melakukan kontak fisik dengan siapapun. "Sedangkan yang PDP sudah dirawat di RSUD Wonosari dan kondisinya saat ini sudah stabil," ujarnya.

Kasus penyebaran tersebut berada di 13 kecamatan di Gunungkidul dengan jumlah tertinggi berada di Kecamatan Karangmojo. Dewi mengungkapkan dari jumlah tersebut diketahui para pasien memiliki riwayat perjalanan di berbagai tempat diluar negeri hingga dalam negeri yang diketahui merupakan wilayah pandemi seperti Jakarta dan Depok.

"Mereka diduga pernah kontak langsung atau kembali dari lokasi dan daerah terdampak, rata-rata mereka pulang umrah, kerja dan jalan-jalan ke luar negeri. Ada juga dari Jakarta dan Depok, lalu mereka pulang ada gejala," paparnya.

Melihat data seperti ini, pihaknya akan terus meningkatkan kewaspadaan sehingga tidak terjadi kecolongan. Ia menghimbau kepada masyarakat agar selalu sigap melakukan pemeriksaan di puskesmas-puskesmas yang tersebar jika mengalami gejala-gejala yang mengarah ke virus tersebut.

"Silahkan masyarakat lapor ke puskesmas, jadi kami bisa langsung memeriksa untuk menentukan pengobatannya, ataupun apakah perlu dirujuk ke rumah sakit atau tidak," ujarnya.

Menyusul adanya ODP dan PDP di Gunungkidul, Dinkes sudah mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah penyebaran seperti membuat surat edaran, melakukan koordinasi lintas sektor, penyemprotan disinfeksi di fasilitas umum dan kesehatan, memberikan himbauan hingga mempersiapkan rumah sakit.

"Artinya kalau ada pasien yang mau dirawat, petugas sudah mengerti bagaimana merawat, mengobati, menyiapkan ambulance dan merujuk ke rumah sakit," paparnya.

Terpenting, Dewi meminta agar masyarakat tidak perlu panik dan takut menghadapi Covid-19. Sebab, penyakit ini bisa dicegah bersama-sama seluruh lapisan masyarakat dengan berprilaku hidup sehat dengan menjaga lingkungan dan rajin melakukan cuci tangan. "Intinya masyarakat tidak usah panik, apalagi panic buying, itu tidak perlu," pungkasnya.