BLBI Dinyatakan Lunas, Hardjuno Pertanyakan Hak Tagih Rp110 Triliun
Pemerintah menyatakan kewajiban BLBI Rp218,3 triliun ke BI lunas. Hardjuno menyoroti hak tagih negara dan beban fiskal yang masih perlu dijelaskan.
Foto ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, SLEMAN - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sleman siap memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis, termasuk masker maupun cairan pembersih tangan (hand sanitizer) pada masa tanggap darurat Covid-19.
"UMKM yang menjadi binaan Dinas Koperasi dan UKM Sleman banyak yang dapat memproduksi APD, masker, maupun hand sanitizer. Mereka siap produksi untuk memenuhi kebutuhan selama tanggap darurat," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman, Pustopo di Sleman, Sabtu (28/3/2020).
Menurut dia, UMKM ini tergerak untuk memproduksi APD, cairan pembersih tangan, maupun masker karena saat ini kebutuhan tersebut sulit didapatkan di pasaran dan harga yang melonjak tinggi.
"UMKM Sleman siap memproduksi APD, hand sanitizer maupun masker dengan harga yang terjangkau di tengah harga pasaran yang melonjak dan meningkatnya kebutuhan," katanya.
Menurut dia, wabah dan penyebaran virus Corona penyebab Covid-19 menimbulkan ketakutan bagi masyarakat, sehingga berbagai cara pencegahan penularan telah dilakukan oleh masyarakat, salah satunya dengan menggunakan APD bagi tenaga medis, masker dan hand sanitizer.
"Hal ini menyebabkan masyarakat akhirnya berlomba-lomba membeli APD, masker, hand sanitizer, dan bahan-bahan pembuatan disinfektan. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya lonjakan harga yang ekstrem di masyarakat," katanya.
Pustopo mengatakan di Yogyakarta harga masker bermerek OneMed yang biasanya dijual seharga Rp5.000 per pak meningkat menjadi Rp60.000 per pak. Demikian juga masker merek Sensi yang biasanya dijual Rp18.000 per kotak meningkat hingga Rp120.000 per kotaknya.
"Lonjakan harga masker memberikan dampak yang cukup besar. Di tengah-tengah ketakutan akan tertular Virus Corona, masyarakat kesulitan untuk melakukan pencegahan, terutama bagi kalangan masyarakat tidak mampu yang untuk membeli makan saja mereka kesulitan. Belum lagi jika mereka tertular Virus Corona, apakah mereka mampu membiayai pengobatannya," kata Pustopo.
Ia mengatakan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman melalui UMKM binaannya siap untuk membantu menyediakannya dengan harga normal dan terjangkau oleh masyarakat.
"Diharapkan produksi UMKM binaan Dinkop UKM Sleman ini dapat membantu mengatasi kelangkaan APD, hand sanitizer, maupun masker," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyatakan kewajiban BLBI Rp218,3 triliun ke BI lunas. Hardjuno menyoroti hak tagih negara dan beban fiskal yang masih perlu dijelaskan.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.