Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kepala UPT Pusat Kesehatan Masyarakat Depok III Kristi Rutyadi memamerkan pakaian khusus yang digunakan untuk mengantar pasien dengan Covid-19, Kamis (26/3/2020).-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Tidak patuhnya masyarakat terkait dengan protokol penanganan Covid-19 berdampak pada terus bertambahnya jumlah orang dalam pengawasan (ODP) di wilayah Sleman. Salah satunya di Kecamatan Depok.
Kasus ini bermula saat salah seorang pasien positif Corona warga Caturtunggal, Depok, Sleman,meninggal dunia, Sabtu (21/3/2020) lalu. Ambulans rumah sakit yang sedianya akan membawa jenazah ke pemakaman umum justru berbelok ke rumah duka. Di rumah duka tersebut pelayat berdatangan sebelum jenazah kemudian diantar ke pemakaman.
Setiba di pemakaman, proses yang dilakukan pun tidak sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan. Warga yang menurunkan jenazah ke liang lahat tidak dilengkapi dengan pakaian khusus. Dampaknya, empat orang warga tersebut ditetapkan berstatus sebagai ODP.
"Tidak hanya empat warga itu, keluarga, istri PDP positif Corona, juga di bawah pengawasan kami," kata Kepala UPT. Pusat Kesehatan Masyarakat Depok III Kristi Rutyadi, Kamis (26/3/2020).
Dia menjelaskan, ambulans rumah sakit awalnya langsung membawa jenazah ke pemakaman. Entah mengapa keluarga meminta untuk menyemayamkan jenazah ke rumah duka lebih dulu. Keluarga kemudian melaksanakan pemakaman tidak sesuai dengan prosedur. "Warga yang memasukkan jenazah ke liang lahat, tidak menggunakan pakaian khusus," katanya.
Peristiwa tersebut, lanjut Kris, sebuah pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh warga dan keluarga. Seharusnya mereka bisa memahami prosedur dan melaksanakan agar jumlah ODP virus Covid-19 tidak terus bertambah. "Ini yang kami sayangkan. Kami langsung melakukan tracing kepada warga di sekitar rumah duka," papar Kristi.
Meskipun begitu, Puskesmas tidak menetapkan dusun tersebut sebagai zona merah. Sebab selain sudah menyemprot disinfektan di lingkungan sekitar, Puskesmas juga terus memonitor dan mengedukasi ODP. "Kami akan terus mengawasi perkembangan ODP. Kami minta kejujuran bagi ODP untuk mematuhi prosedur," katanya.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Caturtunggal, Depok, Andi Sofyan mengakui peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi yang dia terima, tidak banyak warga yang melayat. Ketika meninggal dunia, katanya, statusnya masih PDP namun setelah hasil laboratorium keluar ternyata postif Covid-19. "Yang datang melayat tidak banyak. Kalau jumlah ODP saya tidak tahu pasti," jelas Andi.
Seperti diketahui, Kecamatan Depok menjadi wilayah di Sleman dengan jumlah ODP paling banyak yakni 60 orang berdasarkan data terkini Kamis (26/3/2020) petang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.