Peneliti UGM Kebanjiran Pesanan Alat Pelindung Diri

Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. - Reuters
28 Maret 2020 09:57 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Center for Innovation of Medical Equipments and Devices (CIMEDs) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kebanjiran pesanan purwarupa pelindung wajah (face shield) untuk tenaga medis dalam seminggu terakhir.

Ketua Tim Peneliti CIMEDs, Suyitno mengatakan saat ini tim ini sudah memproduksi 600 unit purwarupa sejak Jumat (20/3/2020) lalu hingga Jumat (27/3/2020) ini dan sudah didistribusikan ke sejumlah rumah sakit seperti RSUP Dr. Sarjito, RSUD Sleman, RSUD Kota Jogja, RS Panembahan Senopati Bantul, bahkan ke luar DIY seperti di Temanggung dan Pemalang.

Menurutnya, pelindung wajah ini diperlukan guna melindungi tenaga medis dari percikan cairan maupun hembusan nafas secara langsung dari pasien pengidap Covid-19. Ia mengklaim produksi purwarupa ini sudah sesuai standar WHO.

“Pelindung wajah dari CIMEDs dirancang dengan mengikuti petunjuk deskripsi dan spesifikasi yang ada di Personal protective equipment for use in a filovirus disease outbreak yang diterbitkan oleh World Health Organization," ujar Suyitno pada Jumat (27/3/2020).

Mengacu dari deskripsi standar WHO, purwarupa buatan CIMEDs dibuat dari plastik bening yang memungkinkan tenaga medis yang memakainya bisa melihat pasien dengan jelas. Selain itu, pelindung muka ini menggunakan tali atau band yang bisa disesuaikan dengan ukuran kepala dan nyaman pada bagian dahi.

Pusat penelitian ini bahkan juga mendapat permintaan untuk kerjasama dan mengajarkan cara pembuatan Purwarupa ini ke daerah lain seperti kampus di Kudus dan komunitas relawan di Karanganyar. "Kami kerjasama dengan Universitas Muria Kudus dengan mengirim bahan baku, sampel, dan metode pembuatan. Kami bantu ajari dari sini untuk mereka bisa buat di sana dan diedarkan di Kudus," ujar dia.

Ia menyebut purwarupa ini akan lebih baik bila dibuat desain anti kabut dan mampu menutup keseluruhan sisi dan sepanjang muka. "Dengan begitu maka memungkinkan untuk dipakai lagi jika material yang dipakai material tahan lama dan bisa dibersihkan, tapi bisa juga sekali pakai saja," ucapnya.

Selain face shield, CIMEDs juga tengah mengembangkan coverall suits berbahan spunbond. Alat pelindung diri ini sedang diuji di Pusat Penelitian dan Pengembangan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM dan sedang pengadaan bahan baku untuk produksi massal.