Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Warga berjalan di depan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Tuksono di Dusun Krebet, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Jumat (15/2/2019).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menyiapkan alternatif gedung karantina mandiri bagi para pendatang bila terpaksa diperlukan. Namun, hingga kini Pemkab Kulonprogo masih mempertimbangkan beberapa penggunaan gedung untuk dioperasikan sebagai tempat karantina.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan saat ini Pemkab Kulonprogo telah memilih beberapa gedung yang bila dibutuhkan bisa menjadi tempat karantina. Beberapa gedung yakni Rumah Susun Sewa (Rusunawa), Wisma Dharmais dan Wisma Sermo Asri.
"Sekali lagi itu masih perencanaan, kira-kira kalau dibutuhkan gedung karantina mandiri beberapa gedung tadi bisa jadi alternatif dan kami akan kami lakukan koordinasi lebih lanjut," ujar Setudjo pada Jumat (3/4/2020).
Sutedjo sebenarnya berharap jumlah pendatang yang menuju Kulonprogo tidak bertambah lagi dan tidak banyak. Bila jumlahnya sedikit, karantina mandiri bisa dilakukan di kediaman para pendatang tanpa harus ditempatkan ke gedung khusus karantina.
"Mereka datang kan sudah jelas mau kemana siapa yang dituju, oleh karena itu saya harapkan pendatang maupun yang didatangi bisa melakukan karantina mandiri sesuai protokol kesehatan yang telah ditentukan," ujarnya.
Salah satu aspek yang akan dipertimbangkan untuk mengoperasikan gedung karantina adalah bila terjadi banyak penolakan yang bersifat masif kepada pendatang di lingkungan desa. Namun Sutedjo menjelaskan sampai saat ini belum ada penolakan yang bersifat masif.
"Ada beberapa penolakan, tapi setelah diberi penyuluhan dan sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kulonprogo akhirnya warga bisa menerima," ujarnya.
Sekretaris Daerah Kulonprogo, Astungkoro tidak menampik usulan tersebut. Menurutnya, meski sudah mendapat gambaran gedung mana saja yang sekiranya bisa digunakan sebagai tempat karantina, Astungkoro tetap menekankan karantina mandiri di rumah masing-masing.
"Edukasi ke masyarakat tentang bagaimana protokol tetap kesehatan bila kedatangan pemudik seperti apa itu yang terus ditekankan," ujar Astungkoro.
Namun bila terjadi situasi paling buruk yakni terjadi penolakan, Astungkoro selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid - 19 Kulonprogo akan mempersiapkan gedung karantina. "Ya mudah-mudahan tidak terjadi penolakan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.