Jadwal SIM Keliling Jogja 11 Juli 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Ilustrasi. /freepik
Harianjogja.com, SLEMAN - Jumlah kasus Covid-19 di wilayah Sleman terus mengalami lonjakan tajam. Berdasarkan Data Covid-19 Sleman per Selasa (7/4/2020), terjadi kenaikan yang cukup signifikan khususnya untuk kasus orang dalam pemantauan (ODP).
Total terdapat penambahan sebanyak 190 kasus (ODP 172 kasus & PDP 18 kasus) di Sleman. Lonjakan tertinggi ODP terjadi di Kecamatan Sleman, dari 59 kasus, menjadi 145 kasus. Adapun Kecamatan Depok masih tercatat memiliki ODP tertinggi sebanyak 158 kasus dari total 835 ODP di Kabupaten Sleman.
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Shavitri N. Dewi mengatakan untuk data per 7 April ada penambahan jumlah kasus kematian dari pasien dalam pengawasan (PDP). Pihaknya mencatat jumlah PDP yang meninggal saat ini mencapai 10 kasus. Adapun pasien PDP yang tercatat sebanyak 98 kasus. "PDP tujuh kasus meninggal dunia dan yang positif Covid-19 tiga kasus," katanya, Selasa (7/4/2020).
Terkait perkembangan tersebut, Kepala Dinkes Sleman Djoko Hartaryo mengatakan sampai saat ini Sleman belum memikirkan untuk mengajukan PSBB seiring bertambahnya kasus ODP/PDP/Positif Covid-19 di wilayah Sleman.
Pemkab, katanya, masih terus melakukan kajian epidemiologis terkait dengan perkembangan kasus Covid-19 di Sleman. Alasannya, sampai saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Sleman belum terpola dengan jelas. "Banyak faktor harus dikaji, sambil tetap prihatin karena jumlah kasus positif di Sleman terus bertambah," kata Djoko.
Dia belum bisa memastikan kapan PSBB bisa diterapkan di Sleman meskipun kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. "Intinya kalau sudah ada bukti epidemiologis bahwa telah terjadi transmisi lokal atau penularan setempat [itu bisa dilakukan PSBB]. Nah semua kasus positif di Sleman masih tergolong imported case," tegas Djoko
Terkait dugaan terkontaminasi keluarga pasien positif Covid-19 di Caturtunggal beberapa waktu laku, Djoko kembali menegaskan sampai saat ini belum ada transmisi lokal yang ada di Sleman. Semua kasus positif Covid di Sleman, katanya, memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit.
"Untuk Caturtunggal istilahnya masih generasi ke dua, tertular oleh orang dari daerah terjangkit. Kalau sudah generasi ketiga dari satu kluster baru bisa disebut transmisi lokal," katanya.
Berbeda dengannya, Komandan TRC BPBD DIY Wahyu Pristiawan berpendapat jika meningkatnya kasus Covid-19 di Sleman dalam beberapa hari terakhir sudah layak dilakukan karantina wilayah. "Proses tracing dan penularan di Sleman belum bisa diatasi. Sehari kemarin paparan Covid-19 berasal dari dua sumber, Ngaglik dan Moyudan," katanya.
Meski begitu, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk perlu tidaknya dilakukan karantina wilayah. Kondisi tersebut merupakan kebijakan dari pemegang kebijakan daerah. "Tapi sampai saat ini kami mendorong segera dilakukan karantina wilayah. Karena jelas bahwa masih terjadi interaksi, dan yang bisa menyetop hanya dengan karantina wilayah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.