Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA- Jumlah pasien positif Covid-19 di Sleman terus bertambah kekinian mencapai 20 orang.
Jumlah itu tertinggi di DIY dari total 40 pasien positif virus Corona yang ada di DIY berdasarkan data terbaru, Kamis (9/4/2020).
Merujuk laman resmi penanganan Covid-19 Pemda DIY https://corona.jogjaprov.go.id/, Kamis (9/4/2020) ada penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Sleman sebanyak satu orang. Yakni warga asal Kecamatan Depok.
Dengan demikian, kini ada empat warga asal Kecamatan Depok yang kini terinfeksi virus Corona. Satu di antaranya meninggal dunia.Jumlah tersebut merupakan tertinggi kedua di Sleman setelah Kecamatan Ngaglik yang ditemukan lima pasien positif Covid-19, di mana satu di antaranya meninggal dunia.
Sebelumnya pada Kamis, Pemprov DIY juga melansir, selain penambahan pasien positif Corona asal Depok, juga ada penambahan satu pasien positif asal Wates, Kulonprogo. Yakni pemuda 30 tahun yang merupakan anak buah kapal (ABK) di Amerika yang baru saja pulang ke Kulonprogo pada Maret lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah gejolak global saat menghadiri panen raya udang di Kebumen.
Mini Museum PSS Sleman hadir di Stadion Maguwoharjo, menyajikan perjalanan 50 tahun Super Elja lewat koleksi bersejarah.
Kecelakaan bus dan truk di Tol Cipali Cirebon menyebabkan satu penumpang tewas dan dua lainnya luka-luka pada Sabtu dini hari.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.