Pemkab Gunungkidul Verifikasi 30 Gerai KDMP, Ini Tujuannya
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Ilustrasi dana atau anggaran./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul kembali menggelontorkan anggaran untuk percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19. Total anggaran yang dipersiapkan hingga saat ini mencapai Rp47,1 miliar.
Jumlah ini masih sangat mungkin bertambah. Selain memiliki dana cadangan belanja tak terduga (BTT) di kas daerah sebesar Rp10,1 miliar, Pemkab juga terus menyisir dan menggeser sejumlah pos anggaran. Penambahan anggaran ini erat kaitannya dengan kondisi terkini di lapangan terkait dengan upaya penanggulangan virus Corona.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo, mengatakan alokasi BTT di APBD 2020 hanya Rp1,7 miliar. Namun seiring menyebarnya pandemi Corona Pemkab menggeser sejumlah mata anggaran guna mendukung upaya penanggulangan.
Hingga saat ini pergeseran anggaran kegiatan sudah dilakukan dua kali. Tahap pertama, Pemkab berhasil mengalokasikan dana penanggulangan sebesar Rp31,2 miliar, untuk refocusing tahap kedua mengumpulkan anggaran Rp24,2 miliar. “Jadi total BTT yang tersedia mencapai Rp57,3 miliar,” kata Saptoyo, Sabtu (11/4/2020).
Meski demikian, tidak semua BTT langsung digunakan untuk penanggulangan karena masih ada anggaran Rp10,1 miliar. Adapun alokasi tahap pertama digunakan sebesar Rp21,3 miliar untuk penanganan kesehatan di Dinas Kesehatan dan RSUD Wonosari, sedangkan alokasi tahap II direncanakan sebesar Rp25,7 miliar. “Jadi alokasi percepatan penanggulanan Corona tahap pertama dan kedua mencapai Rp47,1 miliar,” ujarnya.
Ditambahkan Saptoyo, untuk alokasi tahap kedua rencananya difokuskan di tiga kegiatan. Selain untuk mempersiapkan rumah sakit darurat Covid-19 di Saptosari, anggaran dialokasikan untuk penanganan dampak sosial dan ekonomi.
Untuk dampak ekonomi meliputi relaksasi keuangan dan perbankan seperti arahan dari Pemerintah Pusat. Selain itu, ada rencana bantuan makanan bagi pekerja informal yang terdampak. Untuk dampak sosial Pemkab juga mengkaji bantuan jaring pengaman sosial berupa bantuan pangan serta bantuan langsung tunai. “Kami selaraskan dengan program yang ada Pusat maupun Pemda DIY. Yang jelas untuk pelaksanaan ada arahan secara teknis terkait dengan sasaran, alokasi, besaran dan lain sebagainya,” kata Saptoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.