Wisata Lesu, Pengusaha Oleh-Oleh Beralih Produksi Masker

Seorang pekerja tengah membuat masker di rumah produksi Walang Kaos, wonosari, Jumat (10/4/2020) - istimewa
10 April 2020 22:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dampak pandemi Corona membuat dunia pariwisata di Kabupaten Gunungkidul meredup. Akibatnya, para pelaku wisata harus memutar otak agar bisa mendapatkan pemasukan.

Salah satunya terobosan dilakukan pengusaha kaus oleh-oleh bermerek Walang Kaos. Saat wisata mati suri, dia beralih memproduksi masker.

Sang pemilik, Etik Diana, mengungkapkan sebelum pandemi Corona menerjang usaha konveksi miliknya fokus membuat pakaian untuk oleh-oleh bagi wisatawan yang datang. Namun sejak virus Corona merebak semua usahanya berantakan. "Agar usaha tetap bisa jalan saya mencari terobosan dengan cara memproduksi masker, secara kebetulan ada permintaan," kata Etik saat dihubungi Harian Jogja, Jumat (10/4/2020).

Memproduksi masker telah dilakoni oleh Etik sejak Februari yang bermula dari munculnya pemesanan masker dari kerabatnya di Jakarta. Namun, ketika Corona mulai menyebar luas, permintaan kian meningkat, sehingga ia memutuskan untuk memproduksi lebih banyak. "Karyawan yang membantu membuat masker ada lima orang, saya memberdayakan warga sekitar," ujarnya.

Selama masa pandemi Etik bersama pegawainya bisa membuat masker dari kain hingga 300 potong setiap hari dengan harga rata-rata Rp5.000 per potong. "Tapi saya tidak full bisnis, kalau ada yang benar-benar membutuhkan kami beri juga," kata dia.

Sama seperti Etik, Hesti Purwandari juga banting setir memroduksi masker. Pemilik Galeri Batik El Fata ini mengaku selama masa pandemi Corona omzet penjualan di galerinya merosot, sehingga dirinya memanfaatkan peluang untuk memproduksi perlengkapan yang dibutuhkan banyak orang.

"Awalnya saya iseng membuat masker untuk donasi, tetapi karena permintaan kian banyak dan saya juga buruh membeli bahan baku dan membayar karyawan maka saya coba buat untuk dijual," ujarnya.

Hesti mengaku memberdayakan warga di sekitarnya, terutama pekerja yang dirumahkan akibat pandemi Corona. "Pekerja yang dirumahkan saya rangkul, karena mereka butuh pendapatan," katanya. Hesti berharap agar pandemi Corona bisa segera berakhir, agar bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.