SPMB Jateng 2026 Resmi Dibuka, Daya Tampung Baru 40 Persen
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Ilustrasi wisatawan di Songgo Langit, Mangunan, Bantul./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana mulai kembali mempromosikan agenda wisata di Bumi Projotamansari mulai akhir tahun. Pasalnya hingga kini Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul masih memberlakukan pembatasan fisik (physical distancing) dan penutupan objek-objek wisata.
Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Wibowo mengaku belum bisa memastikan kapan atraksi wisata kembali digelar. Pasalnya, saat ini masih berlaku pembatasan fisik serta penutupan objek-objek wisata guna meredam pandemi. Kendati begitu, ia menargetkan apabila Juni situasi sudah kondusif, promosi melalui atraksi wisata akan segera dilakukan.
Memang, kata dia, sesuai target awal, agenda atraksi wisata mulai dipromosikan pada Juli. Akan tetapi lantaran adanya pandemi Covid-19, rencana itu terpaksa dianulir. “Ya belum tahu kapan dilakukan lagi [promosi wisata]. Menunggu suasana sudah kondusif. Begitu sudah kondusif, pasti kami langsung gerak cepat. Kalau sudah kondusif, tetapi enggak promosi kan itu keliru namanya,” katanya kepada Harianjogja.com, Jum’at (17/4/2020).
Dia menjelaskan desa wisata menjadi salah satu sub-sektor yang diprioritaskan. Kendati tidak secara langsung berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah [PAD] Kabupaten Bantul, tetapi desa wisata akan menjadi penolong masyarakat sekitar untuk bangkit dari krisis pandemi. Desa wisata, menurutnya, juga dinilai efektif untuk menarik perhatian turis.
Selain itu, subsektor penghasil PAD yang juga drop juga turut menjadi perhatian. Pasalnya, hal itu juga akan membantu pemulihan ekonomi Bantul. Rencananya tetap sama, yakni memaksimalkan agenda atraksi wisata, mulai dari tingkat nasional hingga internasional yang bisa digelar di desa wisata dan sejumlah titik subsektor penghasil PAD pariwisata. “Yang pasti jika Juli mulai promosi, atraksi wisata bisa saja digelar saat akhir tahun. Tetapi apabila masih belum kondusif, kemungkinan terburuk baru bisa dilaksanakan tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.