Kemenag Setop Pendaftaran Akad Nikah Hingga Pandemi Berakhir

Ilustrasi pernikahan - Reuters
17 April 2020 15:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) menghentikan sementara pelayanan pernikahan di tengah pandemi Corona. Kemenag hanya akan melayani akad nikah bagi pasangan yang sudah mendaftar sebelum 1 April 2020.

Kepala Kemenag Gunungkidul Aidi Johansyah mengatakan pendaftaran nikah dilayani melalui online.

“Untuk pelaksanaan akad nikah hanya dilayani bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan diri sebelum tanggal 1 April 2020,” kata Aidi saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2020).

Kemenag hanya memperbolehkan pernikahan di lingkungan kantor urusan agama (KUA) setempat, sehingga meniadakan pernikahan di luar KUA. Beberapa ketentuan pun ditetapkan mulai dari pembatasan jumlah hadirin saat akad. Selain itu, calon pengantin dan keluarga yang mengikuti akad nikah harus mencuci tangan dan mengenakan masker.

“Petugas, wali nikah, dan calon pengantin laki-laki juga harus menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.”

Kemenag pun tak memperkenankan para pasangan melaksanaan akad nikah secara online baik melalui telepon, video call, atau penggunaan aplikasi berbasis web lainnya.

Kasubbag Bimas Islam Kemenag Gunungkidul, Supriyanto, mengimbau petugas layanan untuk memastikan protokol pencegahan penyebaran Corona dipatuhi dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh kedisiplinan.

Bimas Islam Kemenag Gunungkidul mencatat sebanyak 172 pasangan sudah mendaftar dan akan melangsungkan pernikahan pada April, Mei dan Juni. Sementara, ada lima pasangan yang mendaftar setelah 1 April. Secara keseluruhan, terdapat tiga pasangan yang menunda pernikahan pandemi ini.