Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Dokter sedang melakukan perawatan pada pasien virus corona. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mengumumkan penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 pada Kamis (23/4/2020).
Yakni seorang anak perempuan usia 13 tahun asal Kecamatan Ngampilan Kota Jogja. Anak tersebut tercatat sebagai pasien kasus 78.
Pasien anyar itu adalah anak dari pasien kasus 56. Yakni seorang dokter perempuan di Kota Jogja yang terinfeksi virus Corona setelah tertular dari suaminya yang baru pulang dari Jakarta.
Hal itu dikonfirmasi Wakil Wali Kota Jogja sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi. "Tambahnya [pasien Covid-19 baru asal Kota Jogja] adalah anak dari dokter yang tertular dari suami yang pulang dari Jakarta," kata Heroe Poerwadi, Kamis (23/4/2020).
Sedangkan suami dokter atau ayah pasien usia 13 tahun itu saat ini justru dalam kondisi baik.
"Suaminya [suami dokter pasien kasus 56] hari ini sudah boleh pulang dari isolasi dari rumah sakit. Sebab sudah dua kali tes negatif terus," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.