Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 22 Juli 2026 dari Pagi hingga Malam
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Rabu 22 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan dari Palur menuju Yogyakarta.
Sejumlah nelayan membongkar ikan dari kapal yang merapat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Kecamatan Girisubo, belum lama ini./Istimewa-Dokumen DKP DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di tengah pandemi Corona di mana semua objek wisata pantai ditutup, aktivitas nelayan di DIY masih berjalan seperti biasanya. Hal ini terlihat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng yang tetap melaut. Bahkan saat ini nelayan panen hasil tangkapan ikan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongko, mengungkapkan di tengah pandemi Covid 19, jajarannya untuk sementara tidak mengizinkan kapal dari luar untuk berlabuh di PPP Sadeng. Hal ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran Corona.
“Selama tanggap darurat Covid-19 nelayan di sepanjang pantai di DIY tetap melaut. Bahkan ketersediaan ikan di PPP Sadeng meningkat meskipun kapal dari luar tidak masuk ke pelabuhan,” katanya, dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (27/4/2020).
Bayu menjelaskan dalam kurun tiga bulan mulai Januari hasil tangkapan ikan di Pantai Sadeng mencapai 190 ton, Februari naik menjadi 360 ton dan Maret sebesar 350 ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Menurutnya, hasil tangkapan ikan meningkat karenakan kapal lokal cukup banyak, rata-rata terdapat 500 nelayan lokal yang setiap harinya melaut. “Sektor perikanan sangat menjanjikan untuk meningkatkan ekonomi warga apalagi saat musim ikan seperti sekarang ini. Tahun ini hasil produksi perikanan lebih tinggi,” kata Bayu.
Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng, Darmadi, mengatakan produksi ikan di Sadeng meningkat terutama pada April hingga Desember. Berdasarkan data produksi, pada 1-19 April 2020 tercatat hasil tangkapan ikan sebesar 99 ton atau senilai Rp2,6 miliar. Menurutnya, produksi perikanan tangkap tidak terlalu tepengaruh Covid-19.
“Hingga April ini harga ikan untuk ekspor tetap stabil namun untuk memenuhi kebutuhan lokal harganya menurun. Ikan yang ditangkap nelayan bermacam-macam namun sebagian besar berupa tuna, cakalang dan layur yang merupakan ikan ekspor. Nelayan menggunakan perahu motor dengan ukuran kurang dari lima grosston (GT) hingga 45GT serta perahu motor tempel untuk melaut,” kata Darmadi.
Darmadi menambahkan, salah satu kapal yakni KM Restu Putra dengan kapasitas 58GT pada Minggu (26/4) membongkar hasil tangkapan sebanyak 25 ton di PPP Sadeng setelah sembilan hari melaut. Hal tersebut menjadi sebuah capaian yang bagus di masa panen ikan seperti saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Rabu 22 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan dari Palur menuju Yogyakarta.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.