Lepas L8 PHEV Meluncur di Jogja, Harga Mulai Rp590 Jutaan
Lepas buka showroom pertama di luar Jabodetabek di Jogja. Intip spesifikasi Lepas L8 PHEV dan harga OTR Rp590 jutaan.
WNA asal India yang tidak mengalami gejala Covid-19 setelah menjalani rapid test Covid-19, masih dikarantina di masjid di wilayah Depok, Sleman, Kamis (23/4/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Kabar para WNA India yang negatif Covid-19 kemudian dikarantina di Balai PMD Kemendagri, Kalasan, tidak benar. Masjid Al-Ittihad Karangwuni, Depok, Sleman masih merawat mereka demi kemanusiaan.
Takmir Masjid Al-Ittihad Susanto menjelaskan hingga kini WNA India yang juga anggota Jamaah Tabligh Internasional masih tinggal di masjid. Mereka merawat para WNA yang overstay tersebut sejak pandemi Corona Covid-19 melanda Indonesia.
Karena negara India mengambil kebijakan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, 15 WNA ini tidak bisa kembali ke tanah airnya. Saat ini, setelah dinyatakan empat WNA India positif Covid-19, masjid tersebut untuk sementara waktu ditutup.
"Kami sudah kirim surat ke BPBD bahwa warga keberatan dan minta dipindahkan tapi katanya belum ada tempat," ujar Susanto saat menjawab pertanyaan Harianjogja.com, Senin (17/4/2020).
Sambil menunggu waktu BPBD DIY mencari lokasi karantina bagi 11 warga India, takmir tetap merawat mereka untuk tinggal di lantai dua masjid tersebut. Bagi Susanto hal itu dilakukan demi kemanusiaan.
Apalagi, katanya, ada ratusan warga negara Indonesia yang saat ini juga terjebak dan tidak bisa kembali ke Indonesia setelah India mengelurakan kebijakan lockdown.
"Pertama ya kemanusiaan kedua karena warga kita yang di India jumlahnya sekitar 800 an. Nanti kalau ini diperlakukan tidak baik, nanti yang disana juga diperlakukan sama," kata Susanto.
Dia menegaskan, selama tinggal di masjid para WNA India ini sama sekali tidak diperbolehkan keluar dari masjid. Hal itu sekaligus menepis dugaan para anggota jamaah tabligh ini pergi ke sejumlah masjid untuk mengikuti sejumlah pengajian di DIY.
"Enggak benar sama sekali [kalau WNA India ikut pengajian ke beberapa masjid]. Sejak heboh Corona mereka sudah kita karantina dilantai dua dan ndak boleh keluar masjid untuk jauhlah [melakukan perjalanan]," katanya.
Susanto sendiri mengaku bukan anggota Jamaah Tabligh. Ia hanya sebagai warga Karangwuni yang dulu diberi tugas untuk membangun Masjid dan menjadi imam pengganti bila imam utama (ust J) berhalangan.
"Kalau (ustad J) beliau imam utama dan juga anggota jamaah tabligh, sekarang ada di RSI menunggu hasil swab," jelasnya.
Selama tinggal di masjid, katanya, segala kebutuhan logistik para WNA ditanggung oleh masjid dan para jamaah tabligh. Dia berharap, agar pemerintah segera mencari solusi yang tepat bagi WNA tersebut.
Perlakuan baik yang diberikan masjid bagi para WNA India baginya penting, karena itu menyangkut hubungan dan nasib masing-masing warga kedua belah negara. "Harapannya ya pemerintah bertanggung jawab dengan warga India ini dengan ngopeni mereka," pinta Susanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lepas buka showroom pertama di luar Jabodetabek di Jogja. Intip spesifikasi Lepas L8 PHEV dan harga OTR Rp590 jutaan.
Pemkab Kulonprogo telah membayar tagihan listrik LPJU sebesar Rp2,52 miliar hingga Juni 2026. Total anggaran listrik fasilitas umum tahun ini mencapai Rp7,14 mi
Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan tiga upacara pembukaan di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. Turnamen diikuti 48 tim dan berlangsung hingga 19 Juli.
Studi terbaru menemukan 17,6% situs web baru di internet dibuat sepenuhnya oleh AI. Temuan ini kembali memunculkan perdebatan tentang Dead Internet Theory.
Rupiah menguat 0,55% ke Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan 10 Juni 2026. Kenaikan BI Rate menjadi 5,50% menjadi pendorong utama penguatan.
Kesehatan usus penting untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi. Simak 7 minuman alami yang dapat membantu menjaga kesehatan usus dan melancarkan pencernaan.