Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Kampus Universitas Negeri Yogyakarta/uny.ac.id
Harianjogja.com, SLEMAN - Di sela-sela kegiatan perkuliahan daring, sejumlah mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) juga menjadi relawan belajar bagi siswa sekolah dasar dan menengah di DIY yang sedang belajar dari rumah.
Kendala belajar siswa selama pandemi Covid-19 ini disikapi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNY dengan membuat program relawan belajar untuk memberikan pendampingan bagi siswa selama belajar di rumah.
Ketua BEM FMIPA UNY, Achmad Muhaemin menuturkan program ini sudah dimulai sejak sebulan yang lalu tepatnya tanggal 14 April. "Kegiatannya seperti tentor les privat, tetapi pelaksanaannya daring lewat WhatsApp," kata Achmad kepada Harian Jogja, Rabu (13/4/2020). Program ini gratis dan ditujukan bagi siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Achmad menjelaskan metode pembelajaran yang dilakukan oleh 13 relawan dari BEM FMIPA UNY ialah memfasilitasi siswa untuk berkonsultasi mengenai materi pelajaran atau tugas sekolah yang dirasa kurang paham melalui grup kelas maupun konsultasi personal lewat WhatsApp. Mata pelajaran (mapel) yang difasilitasi yaitu IPA, Biologi, Fisika, Kimia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
"Metode kelasnya tergantung mapel, ada yang dibuatkan grup. Misalnya mapel Bahasa Inggis karena karakter materinya hampir sama di beberapa jenjang kelas," tutur mahasiswa Prodi Pendidikan IPA ini.
Hingga kini, ada 488 siswa yang menggunakan layanan ini dari berbagai jenjang kelas dan sekolah. Bahkan siswanya tak hanya berasal dari DIY, melainkan ada pula dari Ponorogo dan Jawa Barat.
Mulanya konsultasi pembelajaran dimulai dari pukul 13.00-20.00 WIB. Namun, memasuki bulan Ramadan, mereka mengubah jadwal menjadi pukul 13.00-17.00 WIB di sela-sela aktivitas mereka mengikuti perkuliahan daring.
Menurutnya, tidak semua siswa siap dengan perubahan metode pembelajaran dari tatap muka menjadi daring ini lantaran kondisinya mendadak tanpa kesiapan matang. "Belum sepenuhnya siswa siap, karena pembelajaran online ini dilaksanakan bukan dengan kesiapan yang matang. Ini musibah yang memaksa setiap instansi maupun individu terpelajar untuk beradaptasi dengan hal baru. Mau nggak mau, kita harus dinamis," ujarnya.
Selain berguna untuk membantu siswa sekolah belajar di rumah, program ini dinilai juga menjadi sarana pengaplikasian ilmu yang didapat selama perkuliahan. Achmad bahkan berharap program ini bisa terus berjalan meskipun tidak dalam masa pandemi dan SfH sudah berakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.