Putusan MK Dana Pensiun Berlaku, OJK Siapkan Tindak Lanjut
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Seorang warga Wates membeli empon-empon yang dipercaya dapat menangkal virus Corona di Pasar Wates, Kamis (12/3/2020). /Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, KULONPROGO- Di beberapa daerah, pasar menjadi salah satu lokasi penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang rentan karena interaksi dan kerumunannya dengan intensitas tinggi. Beberapa waktu lalu, salah satu pasar di Salatiga perketat physical distancing dengan membuat petak-petak lapak dengan jarak aman. Namun langkah tersebut belum diterapkan di Kulonprogo.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Dinkes, Sri Budi Utami mengatakan telah menyampaikan usulan pembuatan petak lapak sesuai kaidah physical distancing seperti di Salatiga kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kulonprogo. "Sekarang baru proses penataan," jelas Budi pada Selasa (12/5/2020) malam.
Menurut Budi penyebaran Covid-19 dipengaruhi banyak faktor. "Salah satu faktor penyebaran Covid-19," jelasnya.
Seperti telah diketahui sebelumnya, menjaga jarak penting untuk mencegah virus yang terbawa droplet tidak mengenai tubuh kita. Dengan mengatur jarak lebih dari satu meter, maka kerentanan penyebaran dapat ditekan.
Budi menambahkan bila jarak lapak pedagang telah diatur, harapannya salah satu faktor dapat diminimalisir. Hal itu menjadi langkah mudah dan murah untuk mencegah penyebaran.
"Sementara untuk kita Kulonprogo juga belum berencana melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) massal di pasar-pasar tradisional, dengan pertimbangan belum atau tidak terjadi transmisi lokal penyebaran Covid-19," terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Iffah Mufidati mempertimbangkan kondisi lapangan yang ada, penataan lapak pedagang pasar perlu rancangan dan koordinasi yang terintegrasi.
Bila melihat kondisi di Salatiga, dikarenakan luasan yang sempit pasar pagi terpaksa memakan jalan yang berakibat pada penutupan jalan. Hal itu, menurutnya karena penataan pasar pagi membutuhkan skenario pengalihan arus lalu lintas sementara dan juga penataan parkir.
"Beberapa petugas juga harus standby setiap hari seperti petugas dari Polres Kulonprogo, Dishub Kulonprogo, Satpol PP dan pengelola pasar," ujarnya.
Iffah mengatakan saat ini pihaknya lebih mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi terus menerus kepada pedagang dan pengunjung. "Kami terus sosialisasikan bagaimana kepatuhan pedagang dan pengunjung dalam menjalankan protokol kesehatan di pasar," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Lima SD negeri di Gunungkidul resmi digabung mulai tahun ajaran baru akibat kekurangan murid. Berikut daftar sekolah yang diregrouping.
BPOM temukan 12 produk obat herbal ilegal mengandung sildenafil, parasetamol, deksametason. Klaim stamina pria hingga sesak napas, ancaman pidana 12 tahun.
Gelombang panas ekstrem di Prancis tutup Menara Eiffel lebih awal dan pangkas etape Tour de France. Suhu di atas 35 derajat Celsius, siaga merah meluas.
Mario Aji terjatuh di lap 10 dan gagal finis di Moto2 Jerman 2026. Ivan Ortola juara setelah persaingan sengit di Sachsenring, David Alonso crash di lap 19.
Investor Jepang dan Tiongkok melirik KPI Semin di Gunungkidul. Namun hingga kini investasi baru masih sebatas penjajakan dan belum terealisasi.