Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Bupati Kulonprogo Sutedjo (dua dari kiri) saat menyerahkan bantuan kepada sejumlah tukang becak, Jumat (15/5/2020)/Harian Jogja-jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Para pengayuh becak di Kulonprogo menjadi salah satu kalangan yang ekonominya turut terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Penghasilan mereka menurun drastis, bahkan ada yang sampai vakum dari pekerjaan tersebut saking sepinya penumpang.
Salah satunya dialami Subari, 56. Dia sudah puluhan tahun menjadi pengayuh becak. Penghasilannya per hari berkisar Rp40.000 sampai Rp50.000. Sebagian besar uang itu ia gunakan untuk memenuhi kebetuhan keluarganya. Jika masih ada sisa, maka ia tabung.
Namun sejak sebulan terakhir, Subari tak menjalankan aktivitas tersebut. Becak ia biarkan terparkir di rumahnya di wilayah Dusun Terbah, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih. Subari memilih vakum dari pekerjaan itu lantaran sepinya penumpang imbas pandemi Covid-19. "Hampir sebulan belum narik penumpang gara-gara Corona, biasanya mangkal di Stasiun Wates, tetapi sekarang sepi penumpang, jadi mending berhenti dulu," ujar Subari, Jumat (15/5/2020).
Tidak narik becak artinya tak ada penghasilan. Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, Subari mengandalkan uang simpanan. "Tetapi mulai menipis, lama-lama bisa repot kalau tabungan sampai habis," ucapnya.
Nasib serupa juga dialami Suratijo, 67. Bedanya, Suratijo sesekali masih bekerja. Hanya saja sudah tak serutin sebelum adanya pandemi Corona. "Cuma sesekali aja, soalnya sepi banget, bahkan sebulan ini saya enggak dapat penumpang," ucap pria yang biasa mangkal di wilayah Kota Wates itu.
Pada Jumat pagi, Subari, Suratijo beserta ratusan pengayuh becak di seluruh Kulonprogo memperoleh bantuan dari Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) dari ASN Pemkab Kulonprogo yang disalurkan oleh Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo. Masing-masing pengayuh becak mendapat uang Rp200.000, masker dan caping.
"Total ada sekitar 100 pengayuh becak yang memperoleh bantuan, sebanyak 86 orang tergolong aktif sesuai pendataan Dinas Perhubungan Kulonprogo," ujar Ketua Baznas Kulonprogo, Abdul Madjid, di sela-sela penyaluran bantuan di depan Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Jumat pagi. Melalui bantuan ini, diharapkan bisa meringankan beban perekonomian para pengayuh becak Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.