Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 11 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kota Jogja masih menunggu hasil uji swab.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta masih menunggu hasil uji swab dari 11 pasien dalam pengawasan (PDP), disamping tetap memantau kondisi kesehatan dari tujuh pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan di kota tersebut.
“11 pasien dalam pengawasan (PDP) ini berasal dari beberapa klaster. Misalnya dari klaster gereja, swalayan Indogrosir dan dari luar kota,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa (2/6/2020).
Menurut dia, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta dalam beberapa pekan terakhir cenderung landai karena penambahan kasus positif hanya berasal dari pasien dalam pengawasan maupun dari orang dalam pemantauan.
“Selama sekitar dua pekan, tidak ada penambahan kasus positif baru di luar kasus yang sudah masuk, baik itu dari PDP maupun ODP,” katanya.
Artinya, lanjut Heroe, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta cukup menjaga agar tidak ada penambahan kasus sekaligus melakukan berbagai upaya untuk meyakinkan bahwa tidak ada lagi penularan virus corona di Yogyakarta.
Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi penularan virus corona adalah dengan melakukan rapid test secara acak, salah satu sasarannya adalah pasar tradisional dan kemungkinan akan diperluas ke sejumlah lokasi keramaian, seperti mal, kafe, dan restoran.
“Untuk tahap awal akan dilakukan di pasar tradisional. Kami siapkan 250 rapid test kit. Petugas dari Dinas Kesehatan akan diterjunkan ke pasar tradisional untuk melakukan rapid test,” katanya.
Heroe berharap, tidak ada temuan rapid test dengan hasil reaktif di pasar tradisional di Kota Yogyakarta. “Harapannya memang tidak ada hasil reaktif maupun hasil swab yang positif. Jika ada, kami akan melakukan berbagai upaya untuk melacak potensi penularannya di masyarakat,” katanya.
Ia mengimbau agar masyarakat bisa berperan dalam kegiatan rapid test tersebut, sehingga bisa mendukung upaya pemerintah daerah dalam melakukan kajian terhadap kondisi penularan virus di Kota Yogyakarta sebagai bagian dalam pengambilan kebijakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengaku siap mendukung kegiatan rapid test acak di pasar tradisional.
“Kegiatan tersebut pasti akan dilakukan secara terukur. Kami melakukan persiapan untuk mendukung,” katanya yang menyebut di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 13.000 pedagang dari 30 pasar tradisional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng bagi penyintas gempa NTT. Bantuan mencapai 10 ton beras dan 1.000 liter minyak per kabupaten.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.