MBG di DIY Bukan Sekadar Makan Gratis, Edukasi Gizi Jadi Kunci
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
Jip wisata melintas di salah satu sudut di Dusun Kaliurang Timur, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Senin (27/8/2018). Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN- Menyongsong penerapan new normal pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman menyiapkan SOP pariwisata. Adapun sarana dan prasarana di lokasi wisata terus dibenahi sesuai standar protokol penanganan Covid-19.
Kepala Dispar Sleman Sudarningsih mengatakan Dispar terus menggodok standar operasional prosedur (SOP) bagi pengelola wisata saat mereka menerima wisatawan di sela-sela pandemi Covid-19. Aturan tersebut akan ditetapkan oleh Dispar DIY untuk diterapkan secara seragam oleh masing-masing kabupaten dan kota. "Berdasarkan jadwal, 5 Juni SOP sudah selesai dibahas. Setelah itu, ada uji coba penerapan SOP di destinasi wisata sebelum benar-benar diterapkan," katanya, Senin (1/6/2020).
Menurut Ningsih, penerapan new normal pariwisata salah satu bertujuan untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat. Meskipun demikian, pengelola wisata tetap menekankan pada aspek kesehatan. "Misalnya, setiap pengunjung wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan diperiksa suhu badannya dengan thermogun. SDM di masing-masing destinasi wisata juga disiapkan," katanya.
Untuk penerapan era new bormal pariwisata, kata Ningsih, Pemkab menyiapkan Wisata Kaliurang. Pembenahan secara infrastruktur, katanya, sudah dilakukan sejak April lalu. Termasuk managemen visitor atau pengelola wisata menyambut wisatawan. "SOP yang kami siapkan merupakan panduan bagi pengelola wisata saat melayani wisatawan selama masa pandemi Corona," katanya.
Kabid Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman Aris Herbandang mengaku hingga kini persiapan pemenuhan kelengkapan sarpras destinasi wisata dan sumberdayanya masih dalam proses. "Termasuk aturan protokol kesehatannya. Masih berproses," ujarnya.
Terkait pembukaan destinasi sendiri, kata Bandang, harus menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas Covid DIY. Hal ini juga berkaitan dengan pemenuhan syarat dibukanya operasional destinasi. "Beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti kesiapan sarpras dan sumberdaya, curva grafik kasus Covid 19 di wilayah sudah melandai secara relatif konstan atau mengalami penurunan. Itu harus dipenuhi dulu sebelum dibuka," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
Jogja Coffee Week #6 digelar 4-6 September 2026 di JEC. Ada kompetisi kopi, business summit, hingga 191 booth dari dalam dan luar negeri. Tiket mulai Rp15.000!
Jangan hanya melihat kamera 50 MP atau layar AMOLED. Simak tips memilih HP mid-range agar tidak salah beli dan sesuai kebutuhan.
Timnas Indonesia U-20 memuncaki klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah menang 3-0 atas Laos dan unggul selisih gol dari Australia.
Tanggal 4 September diperingati sebagai Hari Pelanggan Nasional dan Hari Solidaritas Hijab Internasional. Simak sejarah serta makna kedua peringatan tersebut.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja dan seluruh wilayah DIY cerah pada Jumat 4 September 2026. Suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius.