4 PNS Gunungkidul Disanksi, Pelanggarannya Berujung Turun Jabatan
Empat PNS Gunungkidul dijatuhi sanksi disiplin hingga penurunan pangkat dan jabatan. Ini rincian pelanggaran dan hukumannya.
Proses pemilihan lobster milik Wasiman di Desa Purwodadi, Tepus untuk dijual guna pemenuhan ekspor melalui penjual di Jakarta. Foto diambil Senin (1/6/2020). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pelaku usaha di kawasan wisata menyambut baik wacana pembukaan destinasi wisata oleh Pemkab Gunungkidul. Pasalnya, adanya pandemi corona membuat sektor usaha yang digeluti ikut terkena dampaknya.
Pemilik kedai lobster Pak Sis di Kawasan Pantia Timang, Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul Wasiman mengatakan, dampak dari corona terpaksa menutup usaha hampir selama dua bulan. Penutupan tidak lepas kebijakan pemerintah yang menutup kawasan obyek wisata untuk mengurangi risiko penyebaran virus. “Praktis usaha ikut berhenti, tapi mulai beberapa waktu lalu sudah mulai buka dengan model pemesanan secara online atau menjual lobster untuk pangsa ekspor,” kata Wasiman, Rabu (3/6/2020).
Menurut dia, untuk usaha di kedai praktis masih ditutup karena destinasi wisata belum dibuka. Wasiman pun mengaku senang dengan adanya wacana untuk membuka kembali obyek wisata. “Kami tunggu itu. Katanya, akhir Juni bisa dibuka dan saya berharap hal tersebut bisa direalisasikan,” ungkapnya.
Sebelum destinasi benar-benar dibuka, Wasiman juga akan mempersiapkan untuk membuka kedainya kembali. Ia pun berkomitmen menaati protokol kesehatan dalam rangka pencegahan corona. “Kebetulan tempat kami sudah ada fasilitas cuci tangannya. Jadi, tinggal mempersiapkan protokol kesehatan lainnya,” katanya.
Disinggung mengenai ketersediaan air, Wasiman mengaku tidak mempermasalahkan karena sejak beberapa tahun lalu sudah teraliri pasokan air dari PDAM. “Tahun lalu tetap lancar, meski masuk kemarau. Mudah-mudahan tahun ini juga tidak ada masalah berkaitan dengan pasokan air bersih,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, pihaknya sudah mulai mempersiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pembukaan destinasi wisata. Menurut dia, SOP ini sangat dibutuhkan agar pembukaan obyek bisa berlangsung aman sehingga tidak menjadi penyebab penyebaran corona.
Asti menjelaskan, pembukaan objek harus mengacu pada standarisiasi protokol kesehatan pencegahan corona. Selain menyediakan fasilitas cuci tangan untuk pengunjung, juga berencana meyediakan klinik untuk pemeriksaan. “Harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sehingga saat dibuka benar-benar aman,” katanya.
Menurut Asti, anggaran pembuatan tempat cuci tangan akan dianggarkan dalam APBD. Namun sebelum anggaran bisa dicairkan, para pelaku wisata bisa ikut berpartisipasi dalam pembuatan. “Yang sederhana saja karena yang terpenting bisa digunakan untuk cuci tangan,” katanya.
Disinggung mengenai pembukaan objek, Asti mengakui tidak serta merta langsung dibuka semuanya. Hal ini dikarenakan harus ada uji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan secara menyeluruh di setiap destinasi. “Kita coba dulu. Nanti kalau berhasil, objek lain akan dibuka. Mudah-mudahan akhir Juni bisa dilakukan uji coba,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat PNS Gunungkidul dijatuhi sanksi disiplin hingga penurunan pangkat dan jabatan. Ini rincian pelanggaran dan hukumannya.
Janice Tjen tersingkir pada putaran pertama US Open 2026 setelah kalah 2-6, 2-6 dari Mirra Andreeva di Louis Armstrong Stadium, New York.sa
9 rekomendasi mobil tua matic yang masih menarik pada 2026, lengkap dengan kisaran harga dan tips memeriksa kondisi transmisi sebelum membeli.
Kalibiru Kulonprogo kini sepi pengunjung. Dari puluhan ribu wisatawan per bulan, kini hanya sekitar 100 orang. Pengelola bahkan menjual aset.
Sejak diresmikan tahun lalu, Griya Batik Jogja mulai disiapkan sebagai ruang edukasi sekaligus promosi batik Jogja
September 2026 tidak memiliki tanggal merah dari libur nasional dan cuti bersama. Simak daftar hari Minggu dan tanggal penting sepanjang September.