Ahli Waris Pekerja Padat Karya Sleman Terima Santunan Rp74 Juta dari BPJamsostek
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Parja (Satpol PP) Sleman, TNI, dan Polri merazia tempat usaha dan hiburan di wilayah Kecamatan Depok, Sleman, Senin (8/6/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Operasi non-yustisi yang digelar tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Parja (Satpol PP) Sleman, TNI dan Polri di Kecamatan Depok, Senin (8/6/2020) malam, menemukan pelanggaran jam operasional unit usaha dan hiburan malam.
Plt Kepala Satpol PP Sleman Arip Pramana mengatakan empat tempat usaha dan hiburan malam terpaksa ditertibkan karena melanggar aturan jam operasional selama pandemi Covid-19. Keempatnya melanggar aturan SK Bupati Sleman No 43.1/Kep.Kdh.A/2020 tertanggal 29 Mei 2020 tentang Jam Operasional dan Kegiatan Usaha dalam Masa Darurat COVID-19.
“Ada empat tempat usaha dan hibura malam yang melanggar aturan terdiri dari satu spa & launge, dua kafe dan satu warung makan,” kata Arip, Selasa (9/6).
Menurut Arip, tim sebelumnya menerima informasi dari masyarakat tentang tempat usaha dan hiburan malam yang melanggar aturan. “Sesuai SK Bupati jam operasional untuk warung makan maksimal pukul 21.00 WIB dan untuk kafe maksimal pukul 23.00 WIB,” kata Arip.
Selain melanggar jam operasional, kata Arip, keempat usaha tersebut juga kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Orang-orang yang berada di sana tidak memakai masker, tidak menjaga jarak (physical distancing) dan tempat usaha tersebyt tidak menyediakan tempat cuci tangan. "Kami juga tidak menemukan fasilitas hand sanitizer dan alat pengukur suhu. Pembeli makanan makan di tempat dan tidak dibawa pulang," katanya.
Sebagai tahap awal pelanggaran tersebut, kata Arip, tempat usaha dan hiburan malam masih diberi surat peringatan. Petugas juga meminta mereka menutup usahanya karena melebihi jam operasi. Jika melanggar lagi, Pemkab akan melakukan tindakan tegas dengan mencabut izin usaha dan memproses ke pengadilan. "Ini Sesuai SK bupati No.43.1 sanksi administrasi peringantan dan bisa penutupan," paparnya.
Penertiban tempat usaha dan hiburan malam ini bukan yang pertama dilakukan oleh tim gabungan. Sabtu (6/6/2020) malam, juga di wilayah Depok, tim menindak dua tempat usaha dan hiburan malam, yakni tempat karaoke dan bar. Kedua lokasi usaha tersebut diminta untuk ditutup sementara hingga situasi kondusif.
Camat Depok Abubakar meminta kepada seluruh pengusaha jasa kafe, kuliner, spa, salon agar mematuhi SK bupati agar new normal di Depok bisa berjalan sesuai dengan ketentuan. "Bila tidak mematuhi aturan, kami mau tutup usahanya karena masih membandel. Sudah diingatkan beberapa kali tetap saja membandel, kami pihak aparat akan bertindak tegas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu 1 Oktober 2026 melayani lima tujuan dengan tarif Rp80.000. Simak jam keberangkatan bus dari bandara.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 1 November 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.