Gandeng UGM, PDAM Sleman Uji Deteksi Kebocoran Pakai Satelit
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah kasus positif Covid-19 dari klaster pemasok ikan di DIY kembali bertambah. Teranyar, Satgas Covid-19 DIY mencatat kasus 254, seorang laki-laki warga Sleman berusia 50 tahun, dinyatakan terjangkit virus Corona dari klaster ikan ini.
"Berdasarkan informasi yang saya terima, kasus 254 ini supplier ikan yang dalam perjalanan dari Pasar Obong Semarang satu mobil dengan kasus dari Gunungkidul yang sudah positif lebih dulu," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Kamis (11/6/2020).
Dinkes, kata Joko, terus melakukan penelusuran terhadap potensi penyebaran Covid-19 ini di kalangan pedagang di pasar-pasar tradisional, tidak hanya sebatas pedagang ikan. Terbukti, pada Selasa (9/6/2020) sebanyak 710 pedagang mengikuti rapid test massal di mana 30 orang di antaranya juga diminta melakukan uji swab.
Dari jumlah tersebut, 24 pedagang dinyatakan reaktif saat dirapid test. Mereka yang reaktif langsung diuji swab di rumah sakit rujukan. Sampai saat ini, katanya, Dinkes masih menunggu hasilnya. "Untuk kasus 254 yang positif, sesuai protokol akan dilakukan tracing ke orang-orang terdekat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
IESR mendukung pengurangan subsidi BBM lewat elektrifikasi transportasi, tetapi meminta perlindungan kelompok rentan dan penguatan ekosistem EV.
Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel mengungkap rumitnya proses rekrutmen pemain di Indonesia yang banyak mengandalkan jaringan dan video agen.
Prabowo mengajukan Aida S. Budiman, Solikin M. Juhro, dan Anwar Bashori sebagai calon pimpinan Bank Indonesia. Ini rekam jejaknya.
Garuda Indonesia ditargetkan mulai mencetak laba pada awal 2027. Rugi GIAA kuartal I/2026 menyusut 45,2% menjadi US$41,6 juta.
Pemerintah menyiapkan insentif bagi pengusaha logistik untuk meredam dampak zero ODOL yang berpotensi menaikkan biaya logistik 3,3%.