Laga Persija vs Persib, Polisi Siapkan 17.800 Personel Pengamanan
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
\nSejumlah pesepeda berswafoto dengan latar belakang kawasan pedestrian Malioboro, Jogja, Minggu (7/6/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Warga Jogja yang hobi bersepeda tetap diminta menggunakan masker.
Maraknya aktivitas olahraga luar ruang terutama bersepeda namun beberapa di antaranya dilakukan tanpa mengindahkan protokol kesehatan mendapat tanggapan dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta yang meminta seluruh masyarakat mematuhi aturan penggunaan masker dan jaga jarak.
“Ada banyak pertanyaan yang masuk, apakah penggunaan masker tetap diwajibkan saat berolahraga atau bersepeda di luar ruang. Tentu saja penggunaan masker dan jaga jarak tetap menjadi sebuah kewajiban,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat(12/6/2020).
Menurut dia, masih ada sebagian masyarakat yang merasa khawatir bahwa penggunaan masker saat berolahraga termasuk bersepeda justru akan menimbulkan efek tidak baik bagi kesehatan, salah satunya menyebabkan kesulitan bernapas.
“Kami sudah berdiskusi dan bertanya dengan sejumlah ahli. Mereka pun tetap menyarankan penggunaan masker. Tentu saja, olahraga yang dipilih adalah olahraga ringan hingga sedang. Bukan olahraga berat,” katanya.
Jika mengacu pada kondisi Kota Yogyakarta dalam sepekan terakhir, Heroe menyebut, jenis olahraga yang dilakukan masyarakat, khususnya bersepeda, bukan termasuk kategori olahraga berat.
“Kalau sekadar bersepeda keliling Kota Yogyakarta, maka pesepeda tetap wajib mengenakan masker, jaga jarak, berjalan beriringan bukan bersisihan, dan tidak berkerumun jika berhenti untuk istirahat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya mengatakan, olahraga memang menjadi salah satu kegiatan yang tetap harus dilakukan saat pandemi COVID-19 untuk meningkatkan kebugaran fisik dan imunitas.
“Kami tetap menyarankan berolahraga di rumah untuk mengurangi potensi kontak dengan orang lain sehingga mencegah penyebaran virus corona,” katanya.
Namun demikian, lanjut dia, jika masyarakat tetap ingin menjalankan aktivitas olahraga luar ruang maka harus menaati protokol kesehatan yaitu mengenakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan aturan kesehatan lain.
“Olahraga yang disarankan pun olahraga ringan hingga sedang. Untuk olahraga berat, memang tidak disarankan mengenakan masker. Tetapi, sebaiknya jenis olahraga berat dihindari terlebih dulu,” katanya.
Olahraga ringan adalah olahraga yang masih memungkinkan warga untuk berbicara bahkan bernyanyi tanpa mengalami hambatan, sedangkan olahraga sedang adalah jenis olahraga yang menyebabkan warga mengalami sedikit kesulitan untuk bernyanyi tetapi masih bisa berbicara. “Olahraga berat adalah olahraga yang tidak memungkinkan untuk dilakukan sambil bernyanyi atau berbicara,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Khusus Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Okto Heru Santosa mengatakan, aktivitas bersepeda di luar ruang juga harus memperhatikan rute dan medan serta durasi waktu.
“Sebaiknya memilih medan yang landai dan durasi waktunya 20 menit hingga maksimal 60 menit,” katanya.
Selain itu, ada beberapa protokol lain yang juga perlu diperhatikan yaitu membawa perlengkapan olahraga sendiri sehingga tidak meminjam ke orang lain dan menjaga jarak minimal dua meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
KK perlu diperbarui setelah menikah, cerai, kelahiran hingga perubahan data. Simak 8 kondisi, syarat, dan cara mengurusnya.
Gen Z mulai meninggalkan sapaan “halo” saat mengangkat telepon. Kebiasaan ini dipengaruhi komunikasi digital dan kekhawatiran penipuan AI.
Longsor Aceh Tengah menewaskan 1 warga dan melukai 13 orang. Material lumpur menutup sejumlah jalan dan merusak empat rumah warga.
Badan Geologi mencatat 11 gunung api erupsi hingga 7 September 2026. Gunung Ibu mencapai 25.556 kali erupsi.
Dakota Johnson dan MGK terlihat bersama di New York. Pertemuan itu kembali memicu rumor asmara, tetapi belum ada konfirmasi dari keduanya.