Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Suasana Terminal Jombor, Jumat (12/6/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN - Angkutan bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) tetap nekat beroperasi meskipun nombok. Selama beroperasi, mereka mengaku tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dari pantauan Harian Jogja aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang di teminal Jombor nyaris sepi. Hanya ada satu bus dari Semarang yang menurunkan tiga penumpang. Selebihnya, bus hanya ngetem, menunggu penumpang naik.
Sopir Bus Mustika Jurusan Jogja-Magelang Suparmo mengaku tetap menarik penumpang meskipun menanggung beban berat operasional yang tidak sedikit. Beberapa hari terkahir, dia mengaku hanya mendapatkan Rp80.000. Padahal untuk operasional seperti beli solar membutuhkan biaya Rp200.000.
"Ya nombok nggak masalah, majikan saya juga tidak menarget harus sekian. Yang penting narik, nggak ada pekerjaan lainnya," katanya kepada Harian Jogja di Terminal Jombor, Jumat (12/6).
Suparmo mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 ia tetap mematuhi protokol kesehatan. Semua penumpang yang naik wajib menggunakan masker. Hanya saja untuk fasilitas hand sanitizer belum bisa dipenuhi.
"Ya kami minta mereka cuci tangan dulu sebelum naik. Wajib pakai masker. Kalau duduk jaga jarak. Tapi karena memang sedikit yang naik ya duduknya yang penting terpisah," katanya.
Dia berharap agar situasi dan kondisi pandemi Corona segera berkahir agar moda transportasi berjalan normal. "Ya ini membutuhkan disiplin semua, baik kami maupun penumpang. Yang jelas, kami mengikuti apa yang sudah diatur pemerintah," kata dia.
Staf Dishub DIY di Terminal Jombor Siswoko mengatakan paling banyak bus AKAP Semarang-Magelang-Jogja yang beroperasi hanya 10 unit. Mereka juga membatasi operasional. "Biasanya sampai jam 18.00 tetapi selama masa pandemi sudah pulang jam 16.00. Rata-rata yang naik turun para penglajon," katanya.
Moko mengatakan, kondisi yang tidak jauh berbeda juga terjadi untuk bus jurusan Jakarta. Selama masa pandemi Corona, dari sekitar 10 unit bus hanya sekitar tiga unit saja yang beroperasi. Itupun jumlah penumpang dibatasi maksimal 50% dari kouta kursi. "Ya cuma itu yang naik turun di sini hanya beberapa orang saja. Nggak tahu kalau sudah ke luar terminal," katanya.
Dishub DIY, lanjut Moko, masih mendirikan posko pengawas di terminal hingga masa tanggap darurat Covid-19 berakhir pada 30 Juni mendatang. Selama ini, petugas mengawasi setiap penumpang yang naik dan turun. Termasuk protokol kesehatan yang diterapkan masing-masing operator bus.
"Penumpang wajib pakai masker. Kami cek sebelum berangkat, termasuk mengatur pola duduknya agar tetap jaga jarak. Penumpang yang turun juga dicek suhunya," kata Moko.
Khusus penumpang yang ke Jakarta, petugas meminta agar melengkapi diri dengan surat keterangan sehat bebas Covid-19. Jika tidak membawa, disarankan untuk menunda keberangkatan. "Yang masuk sini juga kami minta surat keterangan sehat, kalau tidak membawa kami arahkan untuk mengurus ke layanan kesehatan," katanya. (Abdul Hamid Razak)
Suasana terminal Jombor pada Jumat (12/6)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand dan menang agregat 4-2 di final.
APBD Perubahan Kulonprogo 2026 mengalokasikan Rp8 miliar untuk Bank BPD DIY dan Bank Kulonprogo, tetapi dasar hukumnya disorot DPRD.
Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang di dunia versi Noise-Free Nations Index 2026 dengan skor 89,44. Simak 10 negara paling tenang dan alasannya