Bus Pengangkut Ratusan Penumpang Kembali Berdatangan ke DIY

Suasana di Terminal Bus Giwangan, Jogja, Senin (3/6/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
12 Juni 2020 20:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.om, JOGJA--Pengelola Administrasi Stasiun Layanan Terminal Tipe A Giwangan, Aji Fajar, menuturkan mulai pekan ini terjadi penambahan bus yang kembali beroperasi.

"Mulai minggu ini sudah mulai banyak yang beroperasi, ke Jakarta, Surabaya, Bali," ujarnya, Jumat (12/6/2020).

Penambahan mobilitas terpantau mulai Senin (8/6/2020). Hari itu terdapat 20 perusahaan otobus (PO) yang beroperasi. Jumlah ini terus bertambah hingga saat ini sekitar 40 PO telah beroperasi. Dibanding minggu sebelumnya, jumlah ini menunjukkan penambahan hampir dua kali lipat.

Pada minggu sebelumnya, masih ada PO yang beroperasi, hanya saja terbatas di daerah di luar zona merah, seperti Solo, Magelang dan sekitarnya. "Jakarta juga ada tapi cuma beberapa, yang mengantongi izin angkutan masa covid," ungkapnya.

Penambahan operasional bus pada minggu ini kata dia, merupakan yang pertama selama masa pandemi covid-19. Saat hari raya Idul Fitri, beberapa armada masih beroperasi, namun tidak ada peningkatankatan dibanding beberapa waktu sebelumnya.

Kendati demikian, peningkatan ini juga belum sebanyak jumlah bus pada kondisi normal. Pada Kamis (11/6/2020) bus AKAP datang sebanyak 176 armada dengan 419 orang. Adapun bus AKAP berangkat pada hari yang sama sebanyak 176 armada dengan penumpang sebanyak 679 orang.

Jumlah ini meningkat cukup signifikan dibanding hari yang sama minggu sebelumnya. Pada Jumat (5/6/2020), bus AKAP datang sebanyak 52 armada dengan penumpang sebanyak 72 orang. Sedangkan bus AKAP berangkat sebanyak 54 armada dengan penumpang sebanyak 193 orang.

Adapun protokol kesehatan yang diterapkan Terminal Giwangan yakni mengecek suhu dan mewajibkan penumpang cuci tangan. Berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya, sekarang penumpang datang tidak lagi dicatat datanya, karena jumlahnya yang sudah semakin banyak dan khawatir justru menimbulkan kerumunan.

Jika ditemukan penumpang dengan suhu tinggi atau gejala covid-19, pihaknya akan menghubungi Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Pihaknya juga telah menyiapkan satu ruang khusus untuk isolasi sementara sembari menunggu penanganan dari Gugus Tugas Penaganan Covid-19.

Khusus untuk penumpang dari dan menuju daerah zona merah, lihaknya juga memeriksa kelengkapan surat bebas covid-19. "Khusus untuk yang Jakarta menyertakan SIKM. Tapi jarang yang ke Jakarta langsung, biasanya Jabodetabek," katanya.

Untuk kebersihan bus kata dia, menjadi tanggung jawab PO. Sementara kebersihan terminal, pihaknya menyemprotkan disinfektan setiap sebulan empat kali.