Uang Masjid di Semin Hilang Saat Pembangunan Belum Rampung
Dana pembangunan masjid di Semin, Gunungkidul, sebesar Rp13 juta raib dicuri saat pembangunan belum rampung.
Komandan Kodim 0730/GK Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto saat meninjau sumber air di Sungai Bawah Tanah Seropan di Desa Gombang, Ponjong, Kamis (11/6/2020). /Ist-Kodim0730/GK.
Harianjogja.com, PONJONG – Keberadaan sumber mata air di Sungai Bawah Tanah Seropan hingga sekarang belum dioptimalkan. Pasalnya, dari potensi 950 liter per detik baru dimanfaatan sebanyak 175 liter per detik.
PDAM Tirta Handayani selaku pengelola sumber tersebut berencana melakukan optimalisasi. Adapun tujuan dari optimalisasi ini untuk meningkatkan kualitas layanan khususnya bagi pelanggan di wilayah Kecamatan Semanu, Semin, Tepus hingga Rongkop.
Direktur Teknik PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan, pihaknya terus melakukan kajian untuk meningkatkan pemanfaatan sumber air di Seropan. Menurut dia, dari sisi kajian diketahui bahwa potensinya belum dimaksimalkan karena masih banyak air yang terbuang tanpa dimanfaatkan.
“Data kita potensinya mencapai 950 liter per detik, tapi yang terpakai baru 175 liter per detik,” kata Toto kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).
Menurut dia, PDAM berencana meningkatkan kapasitas produksi di sumber ini dari semula 175 liter per detik menjadi 200 liter per detik. Adanya tambahan produksi ini harus dibarengi dengan penambahan mesin pompa sehingga pengangkata sumber bisa dimaksimalkan. “Tentunya kita tidak bisa sendirian karena butuh partisipasi dari pemerintah, baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten,” ungkapnya.
Totok meyakini dengan tambahan kapasitas produksi ini, maka dapat meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan agar pasokan air bisa lebih stabil dan lancar. “Tambahan produksi ini untuk mencukupi pasokan di sejumlah kecamatan seperti Semin, Semanu, Tepus hingga Rongkop,” katanya.
Ditambahkannya, upaya peningkatan layanan terus dilakukan. Selain memaksimalkan potensi sumber dimiliki, juga memanfaatkan teknologi guna mengetahui pemetaan pemanfaatan air bagi pelanggan di setiap wilayah. “Kita gunakan flow meter untuk kepastian kebutuhan. Setelah diketahui maka aliran bisa disesuaikan kebutuhan itu hingga ada pemerataan pasokan,” katanya.
Komandan Kodim 0730/GK Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto mengatakan, pihaknya ikut dalam survey untuk optimalisasi pemanfaatan sumber di Seropan. Menurut dia, anggota kodim berkomitmen membantu dalam merelaisasikan hal tersebut sehingga kebutuhan pasokan air di masyarakat bisa lebih terjamin. “Akan kita bantu termasuk koordinasi dengan BBWSO terkait dengan pemanfaatan sumber,” katanya.
Menurut Noppy, partispasi dalam pengangkatan sumber air ini bukan hal baru. Pasalnya, kegiatan yang sama juga telah dilakukan di sumber air Pulejajar di Desa Jepitu, Girisubo. “Kita ingin membantu dalam upaya mengatasi krisis air bersih, khususnya saat kemarau,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dana pembangunan masjid di Semin, Gunungkidul, sebesar Rp13 juta raib dicuri saat pembangunan belum rampung.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.