Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi pencemaran limbah tahu./Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Desa Siraman, Wonosari, Gunungkidul, mengeluhkan pembuahan limbah usaha pabrik tahu dan tempe ke Sungai Krapyak. Akibatnya sungai menjadi keruh dan bau. Pembuangan sembarangan ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
Salah seorang warga Siraman, Suparman, mengatakan protes terhadap pembuangan limbah sudah disampaikan ke pemerintah desa. Dia pun berharap ada tindak lanjut sehingga polusi di aliran sungai bisa dicegah. “Kalinya jadi keruh dan bau. Jelas ini mengganggu warga,” kata Suparman.
Menurut dia, pembuangan limbah dari pabrik tahu dan tempe sudah berlangsung sejak 2017 lalu. Ia mencatat di wilayahnya ada tiga pabrik tahu dan tiga pambrik tempe yang membuang limbah sisa usaha secara sembarangan. “Ini yang kami protes. Timbulnya bau semakin menyengat sejak akhir 2019 lalu,” ungkapnya.
Kepala Desa Siraman Damiyo mengaku sudah mendapatkan laporan warga berkaitan dengan keluhan terhadap aktivitas pembuangan limbah usaha secara sembarangan. Menurut dia, pemerintag desa sudah memanggil pengusaha untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.
Para pemilik pabarik mengakui telah membuang limbah ke sungai karena instalasi pembuangan limbah telah penuh sejak bertahun-tahun yang lalu. “Sudah kami mediasi dan pemilik pabrik siap memperbaiki pembuangan limbah yang dimiliki,” katanya.
Dia pun berharap kepada pemilik pabrik mau menjaga komitmen pembuangan limbah sesuai kesepakatan sehingga masalah protes warga berkaitan dengan sungai tercemar karena pembuangan limbah bisa terselesaikan. “Mudah-mudahan dengan perbaikan ipal, maka tidak ada lagi yang membuang limbah ke sungai,” katanya.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Aris Suryanto mengatakan pencemaran sungai harus diselesaikan. Jawatannya telah menjalankan Program Kali Bersih atau Prokasih. Aris pun mengakui program ini sudah membuahkan hasil karena pencemaran bisa dikurangi. “Akan terus digalaklan karena pelaksanaan juga butuh partisipasi dari masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.