Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman masih menyiapkan standard operating procedure (SOP) new normal untuk pusat perbelanjaan dan mal. Sejauh ini fasilitas penunjang new normal sudah dipenuhi oleh pengelola usaha.
Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi menuturkan Sleman memiliki lima pusat perbelanjaan. Menurutnya, secara umum semua pusat perbelanjaan di Sleman sudah siap untuk menuju new normal. "Menyediakan lokasi cuci tangan, pengunjung wajib pakai masker dan jaga jarak sudah diterapkan di semua mal," kata Mae, Senin (15/6/2020).
Selain itu, mal juga didorong untuk mengatur pintu masuk dan keluar supaya pengunjung tidak berpapasan. Pembatasan juga dilakukan di bagian eskalator dengan pemberian jarak antar pengunjung sekaligus pengurangan kapasitas lift menjadi separuhnya.
"Lalu tombol masuk parkir sensorik, tidak lagi pencet tapi sensor punggung tangan langsung keluar print out-nya. Lalu tenant-tenant harus pasang tirai di kasir, kalau belum, pakai faceshield," ujarnya.
Ia mengakui belum semua mal menerapkan sistem sensorik untuk meminimalkan kontak sentuhan pada pengunjung. Dia mengimbau bagi seluruh mal di Sleman untuk mulai menerapkan new normal sembari jawatannya menyiapkan SOP. "Fasilitas sementara sudah memenuhi, kabupaten Sleman sedang menyiapkan SOP-nya namun harus menunggu SOP dari Pemda DIY sebagai acuan," tambahnya.
Meski aktivitas perekonomian di mal secara umum sudah dibuka, masih ada pembatasan yang dilakukan terutama berkaitan dengan kegiatan yang mengumpulkan massa. Menurut Mae, masih berlakunya Maklumat Kapolri tentang pelarangan kegiatan yang mengumpulkan massa mengharuskan acara hiburan yang biasanya diselenggarakan di mal belum diperkenankan.
"Untuk tenant-tenant tertentu belum diperbolehkan buka sebagaimana Maklumat Kapolri. Acara musik termasuk yang belum diperkenankan buka," ujar Mae.
Sementara itu, salah satu mal yang telah menyesuaikan diri dalam menyambut new normal adalah Sleman City Hall. Public Relations Sleman City Hall, Tika Sari mengklaim Sleman City Hall menjadi mal pertama di DIY yang berinovasi semaksimal mungkin dalam mempersiapkan new normal.
"Salah satunya, saat ini mesin karcis baik motor maupun mobil sudah tidak lagi dengan memencet tombol untuk mendapatkan karcis, namun cukup dengan sensor tangan. Bahkan, lift pengunjung pun tidak lagi menggunakan tombol tangan, namun telah disediakan pedal lift dengan menggunakan kaki," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.