Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penularan Covid-19 dari klaster pedagang ikan di Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, belum berhenti. Senin (15/6/2020), ada tambahan satu pasien positif sehingga kasus infeksi Corona dari klaster bakun ikan berjumlah 12.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan pasien positif Corona di Gunungkidul berjumlah 49 kasus. Sebanyak 12 kasus positif berasal dari klaster pedagang ikan.
“Hari ini [kemarin] ada satu penambahan kasus dari pedagang ikan,” kata Dewi kepada wartawan, Senin siang.
Menurut dia, penularan dari pedagang ini menjadi fokus penanganan karena untuk klaster lain di Gunungkidul seperti Gadungsari dan Indogrosir telah berhenti. "Sekarang penanganan difokuskan untuk klaster pedagang ikan yang potensinya masih bisa bertambah," katanya.
Dewi mengungkapkan penelusuran terus dilakukan agar potensi penyebaran tidak terus meluas. Dari 49 kasus positif di Gunungkidul, 37 orang yang sudah dinyatakan sembuh, sebelas pasien lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan satu pasien meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.