BMKG: MJO Picu Pertumbuhan Awan Hujan di DIY, Wilayah Utara Harus Waspada
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Delapan kasus baru positif Covid-19 di DIY diumumkan pada Sabtu (20/6). Riwayat pasien bermacam-macam: ada yang berkaitan dengan klaster pedagang ikan, ada yang menerima tamu, ada pula yang mengetahui dirinya positif karena tes swab mandiri.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan dari delapan kasus, empat berasal dari Sleman, tiga dari Kulonprogo, dan satu dari Kota Jogja. Penambahan ini berasal dari total 138 sampel spesimen yang diperiksa.
BACA JUGA: Positif Covid-19 di Kulonprogo Bertambah Signifikan, Sumbernya Bakul Ikan Purworejo
Delapan pasien positif meliputi Kasus 280, perempuan 51 tahun asal Sleman; Kasus 281, laki-laki 32 tahun asal Sleman; Kasus 282, pria 53 tahun asal Kota Jogja; Kasus 283, laki-laki 40 tahun asal Sleman; Kasus 284, laki-laki berusia 37 asal Sleman; Kasus 285 remaja 18 tahun asal Kulonprogo; Kasus 286 laki-laki usia 50 tahun asal Kulonprogo; dan Kasus 287, laki-laki 23 tahun asal Kulonprogo.
Riwayat penularan delapan pasien itu bermacam-macam. Kasus 280 masih dilacak asal penularannya. Kasus 281 memiliki riwayat perjalanan dari Palembang. Kasus 282 memiliki riwayat perjalanan dari Solo, berusia 53 tahun asal Kota Jogja. Kasus 283 memiliki riwayat perjalanan dari Palembang dan pernah menerima tamu asal Semarang. Kasus 284 memiliki riwayat dari Salatiga. Kasus dan Kasus 286 berkaitan dengan klaster pedagang ikan Purworejo. Adapun Kasus 287 punya riwayat perjalanan dari Kutai. Menurut Pemerintah Kabupaten Purworejo, Kasus 287 mengetahui dirinya positif setelah menjalani tes swab mandiri untuk melengkapi syarat penerbangan.
“Jumlah kasus positif Covid-19 di DIY menjadi 285 kasus,” terang Berty.
Lonjakan kasus ini memutus tren bagus dalam dua hari terakhir. Pada Kamis (18/6/2020), tidak tercatat penambahan kasus positif sedangkan Jumat (19/6/2020) kemarin hanya ada satu penambahan kasus positif Covid-19.
BACA JUGA: Maksimal Hanya 2.500 Orang, Begini Cara Pemkot Jogja Pantau Jumlah Pengunjung Malioboro
Sementara itu, satu pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan meninggal dunia saat sampel spesimennya masih diperiksa di laboratorium. PDP meninggal dunia tersebut adalah laki-laki usia 88 tahun asal Kota Jogja yang sebelumnya dinyatakan reaktif melalui rapid diagnostic test (RDT) dan sakit gagal ginjal.
Di sisi lain, sebanyak lima pasien Covid-19 dinyatakan sembuh hari ini. Mereka adalah Kasus 85, perempuan berusia 56 tahun asal Sleman; Kasus 247, laki-laki 46 tahun asal Bantul; Kasus 253, perempuan 38 tahun asal Sleman; Kasus 255, laki-laki 25 tahun asal Sleman; dan Kasus 202 seorang perempuan usia 30 tahun asal Sleman.
“Jumlah kasus Covid-19 yang sembuh di DIY hingga hari ini menjadi 231,” ucap Berty.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
DPRD Kota Jogja mendorong IKM beradaptasi saat daya beli melemah, sementara perbankan perlu berhati-hati menyalurkan kredit usaha.
Astra memberikan apresiasi kepada generasi muda inspiratif melalui 17th SATU Indonesia Awards 2026 dan meluncurkan tujuh inisiatif kontribusi sosial
Harga jagung pakan mencapai Rp8.000/kg dan DOC layer anjlok. Pinsar memperingatkan risiko kelangkaan telur saat Nataru dan Lebaran.
Didik Nini Thowok mengingatkan generasi muda untuk memegang filosofi napak lemah, menjaga jati diri budaya, dan tidak melupakan sejarah.
Pemuda Kulon Progo diajak menyumbangkan gagasan dan inovasi untuk membangun daerah serta menyongsong Indonesia Emas 2045.