Pieter Huistra Sebut PSS Sleman Kurang Beruntung
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai kekalahan timnya atas Persik Kediri tak lepas dari faktor ketidakberuntungan dan kelengahan di lini pertahanan. Ia j
Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 56 penerima Beasiswa Sleman Pintar menuntaskan pendidikan tinggi dan diwisuda dalam Wisuda Periode 100 Universitas Amikom Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026). Program hasil kemitraan Pemkab Sleman dan Universitas Amikom Yogyakarta tersebut ditujukan untuk membantu generasi muda meraih pendidikan sekaligus membangun kemandirian.
Prosesi wisuda berlangsung di Grand Pacific Convention Hall, Jalan Magelang. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, hadir bersama Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, jajaran Senat Akademik, perwakilan LLDikti Wilayah V Yogyakarta, serta orang tua wisudawan.
Danang yang juga menjabat Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman mengatakan Beasiswa Sleman Pintar menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mendorong kemandirian masyarakat melalui pendidikan.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kelulusan penerima beasiswa, tetapi juga dari kemampuan mereka menghidupi diri sendiri setelah menyelesaikan pendidikan.
"Tujuan akhir dari program Sleman Pintar ini adalah agar anak-anak Sleman bisa menjadi orang yang mandiri dan mampu menghidupi dirinya sendiri. Hal itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua," kata Danang.
Ratusan Warga Sleman Telah Mendapat Beasiswa
Kemitraan Pemkab Sleman dengan Universitas Amikom Yogyakarta telah memberikan kesempatan pendidikan kepada ratusan anak asal Sleman. Danang menyebut sekitar 400 anak telah mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan di universitas tersebut.
Dari jumlah itu, kurang lebih 200 orang telah menyelesaikan studi. Pemerintah daerah pun mengapresiasi para wisudawan yang berhasil meraih gelar akademik dan sebagian di antaranya langsung terserap di dunia kerja.
Salah satu lulusan yang mendapat perhatian ialah Rayhan Rahman Syah. Penerima Beasiswa Sleman Pintar tersebut lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,9 dan telah diterima bekerja sebagai Asisten Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) di PT KAI Daop 6 Yogyakarta.
Dalam prosesi wisuda, Danang secara khusus meminta Rayhan berdiri untuk menerima apresiasi di hadapan para wisudawan lainnya.
Danang menegaskan keberhasilan dapat diraih siapa saja melalui niat dan kerja keras.
"Keberhasilan itu adalah hak semua orang dan bisa didapatkan oleh siapa saja, asalkan memiliki niat dan kerja keras," tandas Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai kekalahan timnya atas Persik Kediri tak lepas dari faktor ketidakberuntungan dan kelengahan di lini pertahanan. Ia j
Guru Besar UMY Suswanta menjelaskan peran rekam jejak, integritas, dan kepercayaan masyarakat dalam menentukan pilihan pada Pilkades.
PLN menggabungkan PLN Electricity Services dan PLN Nusa Daya menjadi PLN Services. Perusahaan memastikan merger tidak disertai PHK.
Porprov Jateng XVII berlangsung 25–31 Oktober 2026, diikuti 7.999 atlet dari 35 kabupaten/kota sebagai persiapan menuju PON 2028.
DPRD Kulonprogo mendorong normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan kolaborasi lintas instansi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
Sebanyak 56 penerima Beasiswa Sleman Pintar diwisuda. Salah satunya, Rayhan Rahman Syah, lulus dengan IPK 3,9 dan bekerja di PT KAI.