Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pertamina Siapkan Rantai Pasok SAF
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menilai sejumlah klaster penyebaran Covid-19 sudah selesai. Saat ini, fokus tracing dilakukan bagi pelaku perjalanan non klaster.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan sejumlah klaster penyebaran Covid-19 seperti jemaah tabligh, Indogrosir dan pedagang ikan dianggap selesai seiring tidak ditemukannya kasus-kasus baru di klaster tersebut. "Beberapa klaster JT, IG, gereja dan pedagang ikan sementara kami anggap selesai. Saat ini kami fokus tracing kasus-kasus positif baru non klaster," kata Joko saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (22/6/2020).
Sekadar diketahui, pada April lalu Dinkes mengklasifikasi sumber penyebaran Covid-19 di Sleman setidaknya pada sembilan klaster. Paling tinggi berasal dari klaster Jakarta (17 kasus), Bali (2 kasus), Balanda, Swiss, Dubai dan New Zealand masing-masing satu kasus. Selain itu, Semarang, Surabaya, dan Tangerang masing-masing satu kasus.
Belakangan muncul klaster besar akibat transmisi lokal, meliputi Jemaah Tabligh, Indogrosir dan Pemasok Ikan. Dinkes pun melakukan rapid test massal untuk ketiga klaster tersebut dengan ribuan orang sasaran. Mulai anggota jemaah tabligh (klaster JT), karyawan, keluarga hingga pengunjung Indogrosir (klaster IG) dan ratusan pedagang pasar (klaster Pemasok Ikan).
"Salah satu kasus penyebaran Covid-19 yang menjadi fokus penelusuran Dinkes saat ini adalah pelaku perjalanan. Yang lain kami nilai selesai," kata Joko.
Temuan kasus positif Covid-19 bagi pelaku perjalanan ini terjadi dalam beberapa hari terakhir. Di mana Satgas Covid-19 DIY mencatat kasus positif Covid-19 dialami seorang laki-laki (kasus 279) berusia 42 tahun warga Sleman. Ia terjangkit Covid-19 setelah melakukan perjalanan dari Timika, Papua. Temuan warga Sleman lainnya, seorang laki-laki (Kasus 281), berusia 32 tahun terjangkit Covid-19 usai melakukan perjalanan dari Palembang.
BACA JUGA: Kasus Positif Corona di Kota Jogja Didominasi Kasus Impor Luar Daerah
Selain itu, Kasus 283, seorang laki-laki, usia 40 tahun dengan riwayat perjalanan dari Palembang dan bertemu dengan tamu yang berasal dari Semarang. Terakhir, laki-laki usia 37 tahun yang diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Salatiga. Mereka kemungkinan pemudik atau pelaku perjalanan dalam rangka pekerjaan.
"Kami tetap berusaha kontak dengan dinas kesehatan daerah asal, meski lebih fokus tracing yang di lokal. Sebab sesuai prosedur, tracing dilakukan bagi yang melakukan kontak erat dengan pasien positif," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.
Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Iran menaikkan harga minyak dan membebani pembayar pajak AS.
Prabowo menunjuk Fadil Imran sebagai Wakil Kepala III BOPPJ untuk memperkuat penataan pesisir dan mitigasi risiko bencana Pantura Jawa.
Anggrek mikro di Batang Toru disebut menjadi penanda kondisi ekologis hutan yang tertekan kerusakan habitat dan perubahan iklim.