KEK Batang Digenjot, Target Sumbang 30 Persen Ekonomi
Pemkab Batang targetkan ekonomi kreatif sumbang 30% pertumbuhan, KEK diminta dorong UMKM dan industri kreatif go global.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menilai sejumlah klaster penyebaran Covid-19 sudah selesai. Saat ini, fokus tracing dilakukan bagi pelaku perjalanan non klaster.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan sejumlah klaster penyebaran Covid-19 seperti jemaah tabligh, Indogrosir dan pedagang ikan dianggap selesai seiring tidak ditemukannya kasus-kasus baru di klaster tersebut. "Beberapa klaster JT, IG, gereja dan pedagang ikan sementara kami anggap selesai. Saat ini kami fokus tracing kasus-kasus positif baru non klaster," kata Joko saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (22/6/2020).
Sekadar diketahui, pada April lalu Dinkes mengklasifikasi sumber penyebaran Covid-19 di Sleman setidaknya pada sembilan klaster. Paling tinggi berasal dari klaster Jakarta (17 kasus), Bali (2 kasus), Balanda, Swiss, Dubai dan New Zealand masing-masing satu kasus. Selain itu, Semarang, Surabaya, dan Tangerang masing-masing satu kasus.
Belakangan muncul klaster besar akibat transmisi lokal, meliputi Jemaah Tabligh, Indogrosir dan Pemasok Ikan. Dinkes pun melakukan rapid test massal untuk ketiga klaster tersebut dengan ribuan orang sasaran. Mulai anggota jemaah tabligh (klaster JT), karyawan, keluarga hingga pengunjung Indogrosir (klaster IG) dan ratusan pedagang pasar (klaster Pemasok Ikan).
"Salah satu kasus penyebaran Covid-19 yang menjadi fokus penelusuran Dinkes saat ini adalah pelaku perjalanan. Yang lain kami nilai selesai," kata Joko.
Temuan kasus positif Covid-19 bagi pelaku perjalanan ini terjadi dalam beberapa hari terakhir. Di mana Satgas Covid-19 DIY mencatat kasus positif Covid-19 dialami seorang laki-laki (kasus 279) berusia 42 tahun warga Sleman. Ia terjangkit Covid-19 setelah melakukan perjalanan dari Timika, Papua. Temuan warga Sleman lainnya, seorang laki-laki (Kasus 281), berusia 32 tahun terjangkit Covid-19 usai melakukan perjalanan dari Palembang.
BACA JUGA: Kasus Positif Corona di Kota Jogja Didominasi Kasus Impor Luar Daerah
Selain itu, Kasus 283, seorang laki-laki, usia 40 tahun dengan riwayat perjalanan dari Palembang dan bertemu dengan tamu yang berasal dari Semarang. Terakhir, laki-laki usia 37 tahun yang diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Salatiga. Mereka kemungkinan pemudik atau pelaku perjalanan dalam rangka pekerjaan.
"Kami tetap berusaha kontak dengan dinas kesehatan daerah asal, meski lebih fokus tracing yang di lokal. Sebab sesuai prosedur, tracing dilakukan bagi yang melakukan kontak erat dengan pasien positif," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Batang targetkan ekonomi kreatif sumbang 30% pertumbuhan, KEK diminta dorong UMKM dan industri kreatif go global.
Satpol PP Bantul menertibkan reklame tak berizin dan menunggak pajak di Sedayu hingga Kasihan untuk tingkatkan PAD dan keselamatan jalan.
Tecno POVA 8 resmi debut dengan baterai 8000 mAh, layar Alive Matrix, Dimensity 7100, harga mulai Rp5 jutaan.
Istilah "soccer" ternyata lahir di Oxford, Inggris pada 1880-an, bukan ciptaan AS. Simak sejarah perjalanan kata yang memecah belah dunia sepak bola.
Piala Dunia 2026 membuat fans Indonesia harus begadang. Mayoritas pertandingan, termasuk semifinal dan final, digelar pada pukul 02.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengajak masyarakat aktif melaporkan judi online yang menjerat anak. Dampaknya dinilai mengancam kesehatan mental hingga prestasi bela