Kasus Positif Corona di Kota Jogja Didominasi Kasus Impor Luar Daerah

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mencoba mengisi sensus online, Senin (9/3/2020). - Ist/Dok
22 Juni 2020 18:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Menanggapi penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Jogja, Ketua Harian Gugus Tugas Kota Jogja, Heroe Poerwadi menyebutkan 10 kasus positif di Kota Jogja, delapan berasal dari riwayat kontak luar kota. Ada dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Madura dan Sukabumi.

"Artinya sejak awal perkembangan Covid 19 di Jogja selalu diwarnai dengan riwayat kontak dari luar kota, meskipun jumlah kasus positif dilihat secara mingguan, hanya berkisar di bawah angka 10 yg dirawat di rumah sakit," ujarnya pada Senin (22/6/2020).

Sehingga Menurut Heroe ancaman menuju normal baru dengan norma dan tatanan baru, harus disiapkan dengan serius dan perlu keterlibatan semua pihak.

BACA JUGA: Rapid Test Menyasar Swalayan di Bantul, Ini Hasilnya

"Jangan merasa bahwa saat ini kondisi sudah normal, jangan beranggapan bahwa ancaman covid sudah tidak ada, jangan menganggap kita saat ini sudah bisa beraktivitas seperti seolah-olah sudah melewati ancaman Covid-19," ungkapnya. Heroe menegaskan semua masyarakat harus tetap waspada dan wajib ikut menjaga agar protokol Covid-19 bisa dijalankan dengan disiplin.

Heroe menerangkan, bila melihat dari 4.200 Rapid Diagnostic Test (RDT) yang dilakukan Pemkot Jogja hasil kasus reaktif jumlahnya begitu kecil. Hak itu menurut Heroe menunjukkan sebagian besar masyarakat non-reaktif dan harus dibaca bahwa warga Kota Jogja sebagian besar belum mempunyai imunitas terhadap virus Covid-19. "Sebab yang paling baik, reaktif dan swabnya negatif, artinya sudah punya kekebalan untuk beberapa minggu ke depan," jelasnya.