Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Logo PAN/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL-Hingga kini Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan pilihan bakal berlabuh ke pasangan mana di Pilkada Bantul 2020.
Otoritas PAN menyatakan akan menentukan pilihan untuk mengusung salah satu pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul pada Juli mendatang. Saat ini partai berlambang matahari terbit itu masih melakukan penjajakan dengan sejumlah bakal calon.
Ketua Depan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Bantul, Mahmud Ardi Widanto mengatakan komunikasi politik antarpartai politik peserta pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) Bantul tahun ini masih cair. Masih ada kemungkinan perubahan sikap dari tiap partai sebelum pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada September mendatang, termasuk PAN.
Ardi yang sempat menggagas poros tengah atau poros tiga masih optimistis peluang poros tengah terbuka. Namun Ardi berseloroh PAN juga tidak menutup kemungkinan bisa mendukung pasangan Suharsono-Totok Sudarto maupun Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo. “Kami masih mempertimbangkannya apakah di poros tengah, apakah mendung pak Suharsono atau pak Halim. Semua masih memungkinkan,” kata Ardi, saat dihubungi Selasa (23/6/2020).
“Yang pasti PAN akan menjadi partai pengusung salah satu pasangan calon, bukan pendukung apalagi abstain,” kata dia.
Ia mengklaim PAN bakal menjadi juru kunci penyelamat salah satu pasangan calon yang bakal diusung sebagaimana yang terjadi selama ini dalam pilkada Bantul maupun di Sleman, Jogja, dan Gunungkidul. Ardi juga memberikan kriteria calon yang akan diusung PAN, yakni agamis, berpengalaman, dan tidak terlalu tua.
Sekedar diketahui PAN memiliki lima kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul. dalam pemilihan legislatif (Pileg) tahun lalu, PAN memperoleh 55.384 suara. Perolehan suara PAN ini keempat terbesar setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 137.399 suara, Gerindra 86.375 suara, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 86.989 suara.
Sebelumnya Ketua Tim Pemenangan Pilkada DPD PAN Bantul, Wildan Nafis mengatakan kemungkinan terbesar PAN akan menjatuhkan dukungan dalam pilkada pada salah satu pasangan bakal calon antara Suharsono dan Abdul Halim Muslih. Hal itu berdasarkan perkembangan peta politik akhir-akhir ini bahwa bakal calon akan mengerucut pada dua pasangan calon. Keduanya adalah Suharsono dan Abdul Halim Muslih.
Wildan bahkan pesimistis poros tengah bakal terbentuk, “Poros tengah sampai sekarang tidak ada kabar. Kemungkinannya kecil poros tengah bisa terbentuk,” ungkap Wildan. Ia mengatakan DPD PAN Bantul juga akan menggelar rapat penentuan arah dukungan pada Selasa (23/6/2020) ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Pimpinan ponpes di Lombok Tengah divonis 14 tahun penjara dalam kasus kekerasan seksual dan diwajibkan membayar restitusi Rp111,44 juta.
Pabrik BYD di Subang berkapasitas 150.000 unit per tahun dan berpotensi menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja lokal.
Prabowo mendorong Danantara dan RDIF membiayai proyek investasi Indonesia-Rusia serta meminta I-EAEU FTA segera berlaku.
DPRD Bantul menyoroti izin kolam koi di Villa Banguntapan setelah warga mengeluhkan rembesan air, kolam jebol, hingga dugaan pencemaran.
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.