Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Kepala BPJamsostek Cabang Jogja Ainul Kholid menyerahkan secara simbolis santunan jaminan kematian bagi ahli waris Dimas Yuda Pratama. /ist-BPJS.
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Jogja menyerahkan santunan kepada ahli waris dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal DIY yang meninggal dunia pada Mei lalu.
Kepala BPJamsostek Cabang Jogja Ainul Kholid mengatakan dua orang PMI asal DIY meninggal dunia pada Mei lalu. Keduanya, masing-masing Dimas Yuda Pratama warga Jogja meninggal dunia di Brunei Darussalam dan Wahyu Ardani warga Bantul yang meninggal di Malaysia.
"Kami sudah menyerahkan santunan jaminan kematian bagi kedua ahli waris PMI melalui rekening bank. Masing-masing ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp85 juta," kata Ainul, melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Sabtu (27/6/2020).
Dijelaskan Ainul, santunan yang disampaikan BPJamsostek bukan merupakan bantuan tetapi kewajiban yang harus ditunaikan oleh lembaganya. "Kami hanya menyerahkan hak (jaminan kematian) bagi peserta tanpa potongan apapun. Ini sebagai tugas dan tanggungjawab kami agar segera menyelesaikan persyaratan dan menyerahkan santunan," ujar Ainul.
Meskipun besaran santunan yang diberikan tidak akan sebanding dengan duka keluarga yang ditinggalkan, dia berharap santunan yang diterima dapat dimanfaatkan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. "Kami berharap juga baik para pekerja maupun pemberi kerja memahami pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan," katanya.
Santinem, ibu dari almarhum Dimas berterima kasih kepada BPJamsostek yang telah memberikan hak-hak anaknya sebagai peserta. Dimas, katanya, bekerja di Brunei Darussalam sejak sembilan bulan lalu. Sebagai chef di salah satu restoran. "Dimas, sakit mendadak sempat dirawat di rumah sakit sebentar namun meninggal pada 27 Mei lalu," kata Tinem.
Ayah Dimas, Sulistyanto mengatakan selama bekerja di negeri orang, Dimas rutin mengirim gajinya untuk keluarga. Dimas, lanjut Sulis, bertekad untuk membahagiakan keluarga termasuk menjaga asa adik-adiknya untuk bisa terus melanjutkan pendidikannya.
"Selama ini dia supel dan banyak temannya. Seharusnya Dimas pada September nanti dia wisuda. Tetapi Tuhan berkehendak lain," kata Sulis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.