Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Kepala BPJamsostek Cabang Jogja Ainul Kholid menyerahkan secara simbolis santunan jaminan kematian bagi ahli waris Dimas Yuda Pratama. /ist-BPJS.
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Jogja menyerahkan santunan kepada ahli waris dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal DIY yang meninggal dunia pada Mei lalu.
Kepala BPJamsostek Cabang Jogja Ainul Kholid mengatakan dua orang PMI asal DIY meninggal dunia pada Mei lalu. Keduanya, masing-masing Dimas Yuda Pratama warga Jogja meninggal dunia di Brunei Darussalam dan Wahyu Ardani warga Bantul yang meninggal di Malaysia.
"Kami sudah menyerahkan santunan jaminan kematian bagi kedua ahli waris PMI melalui rekening bank. Masing-masing ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp85 juta," kata Ainul, melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Sabtu (27/6/2020).
Dijelaskan Ainul, santunan yang disampaikan BPJamsostek bukan merupakan bantuan tetapi kewajiban yang harus ditunaikan oleh lembaganya. "Kami hanya menyerahkan hak (jaminan kematian) bagi peserta tanpa potongan apapun. Ini sebagai tugas dan tanggungjawab kami agar segera menyelesaikan persyaratan dan menyerahkan santunan," ujar Ainul.
Meskipun besaran santunan yang diberikan tidak akan sebanding dengan duka keluarga yang ditinggalkan, dia berharap santunan yang diterima dapat dimanfaatkan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. "Kami berharap juga baik para pekerja maupun pemberi kerja memahami pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan," katanya.
Santinem, ibu dari almarhum Dimas berterima kasih kepada BPJamsostek yang telah memberikan hak-hak anaknya sebagai peserta. Dimas, katanya, bekerja di Brunei Darussalam sejak sembilan bulan lalu. Sebagai chef di salah satu restoran. "Dimas, sakit mendadak sempat dirawat di rumah sakit sebentar namun meninggal pada 27 Mei lalu," kata Tinem.
Ayah Dimas, Sulistyanto mengatakan selama bekerja di negeri orang, Dimas rutin mengirim gajinya untuk keluarga. Dimas, lanjut Sulis, bertekad untuk membahagiakan keluarga termasuk menjaga asa adik-adiknya untuk bisa terus melanjutkan pendidikannya.
"Selama ini dia supel dan banyak temannya. Seharusnya Dimas pada September nanti dia wisuda. Tetapi Tuhan berkehendak lain," kata Sulis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum