Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul mewaspadai potensi penularan virus corona dari luar daerah. Hal ini tidak lepas dengan kebijakan akses transportasi antar daerah yan semakin diperlonggar.
Kewaspadaan ini dilakukan untuk menekan bertambahnya kasus positif yang berasal dari luar daerah. Kepala Bidang Penyebaran dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul Sumitro mengatakan, dua kasus pasien positif terakhir merupakan penularan dari luar daerah.
Bahkan salah satunya, yakni pasien asal Kecamatan Wonosari sudah dinyatakan positif saat berada di Jawa Timur dan pulang ke kampung halaman. “Inilah yang harus diwaspadai agar kasus tidak semakin bertambah,” kata Sumitro, Senin (29/6/2020).
Dia menjelaskan, potensi penularan dari luar daerah semakin besar seiring dibukanya akses transportasi antar daerah. Salah satu antisipasi dengan surveilence berbasis masyarakat. Adapun teknis dari partisipasi masyarakat dengan melakukan pendataan pendatang di wilayah masing-masing. Selanjutnya, data tersebut dilaporkan ke petugas puskesmas untuk pengecekan kesehatan. “Akan kita galakan agar penularan tidak semakin bertambah,” katanya.
Ditambahkannya, hingga sekarang sudah dilakukan rapid test sebanyak 5.394 orang. Adapun hasilnya 538 orang dinyatakan reaktif. “Meski reaktif, saat di swab banyak yang hasilnya negatif karena hingga sekarang yagn dinyatakan positif baru 51 orang,” katanya.
Untuk mengurangi potensi penularan akan ada perubahan dalam pengetesan. Hal ini tidak lepas dari tingkat akurasi rapid test yang masih kurang sehingga nantinya, kategori masyarakat yang masuk Pasien Dalam Pengawasan, warga kontak pasien positif dan tenaga kesehatan akan langsung dilakukan swab. “Tes cepat tetap dilakukan, tapi untuk proses screening kasus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.