Krisis Air Meluas, 47 Tangki Air Disalurkan BPBD Sleman
BPBD Sleman menyalurkan 47 tangki air bersih ke empat kapanewon selama kemarau 2026. Turi menjadi wilayah dengan bantuan terbanyak.
Kegiatan dapur umum yang memberikan layanan bagi warga terdampak corona di Kota Jogja. /Ist.
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Sejumlah posko dapur umum yang didirikan masyarakat Kota Jogja masih terus berlanjut memasuki bulan kelima masa pandemi corona. Dari dapur-dapur itulah warga kurang mampu hingga anak indekos dicukupi kebutuhan makannya.
Salah satu dapur umum yang terus membagikan makanan gratis kepada masyarakat membutuhkan adalah Gerakan Dapur Umum Mbagei yang terletak di RT 13/ RW 3 Kelurahan Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Jogja.
BACA JUGA : Dapur Umum bagi Warga Terdampak Covid-19 Didirikan
Lurah Tahunan, Sugiharti menerangkan dapur umum mbagei sudah beroperasi selama 26 hari tanpa henti membagikan bantuan logistik makanan kepada warga. "Total sebanyak 4.080 nasi bungkus dibagikan ke seluruh warga dan anak-anak kos yang sungguh sangat membutuhkan bantuan," ujarnya.
Sugiharti mengatakan dapur umum mbagei murni gerakan dari masyarakat untuk masyarakat. Adapun dana yang digunakan untuk pengoperasian dapur umum bersumber dari beberapa donatur baik dari komunitas maupun perseorangan warga. "Gerakan dapur umum Mbagei tidak lain tidak bukan untuk berbagi," ungkapnya.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi yang meninjau langsung lokasi dapur umum mengatakan solidaritas warga Kota Jogja selama pandemi bentuknya beragam. Ada yang membuat lumbung pangan, ada yang membuat canthelan sayuran, dan sebagainya tak terkecuali dapur umum.
BACA JUGA : Kodim dan Polres Bangun Posko Dapur Umum
Namun, ketahanan semangat gotong royong warganya Jogja ini tak menyurut meski telah berbulan-bulan dihantam pandemi. Heroe mengungkapkan bahwa semangat gotong royong menjadi karakter masyarakat Jogja yang membuat kegiatan solidarity macam dapur umum masih terus berlanjut.
"Setiap bencana masyarakat Kota Jogja selalu terlihat langsung untuk bergotong royong bersama dan ini tidak bisa serta merta ditiru wilayah lain," katanya.
Ditambahkan Heroe, keguyubrukunan warga Kota Jogja tidak bisa digantikan. "Kerukunan, saling gandeng, saling gendong, itu sesuatu yang membuat kita mampu mengatasi pandemi," ujarnya.
Di Jogja gerakan semacam ini tidak dipaksakan, tapi masyarakat sendiri yang membuat. "Masyarakat sendiri yang menghadirkan kegiatan ini, masyarakat sendiri yang meng-create, masyarakat sendiri yang membiayai, semua orang saling ikut serta sehingga ini semua dapat bertahan lama," katanya.
Heroe menambahkan, kegiatan sosial seperti dapur umum ini bis bertahan lama karena spontanitas masyarakat dan rasa peduli masyarakat, dan rasa senasib sepenanggungan di masyarakat Jogja. "Saya rasa akan terus dilakukan, mana kala masyarakat masih membutuhkan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyalurkan 47 tangki air bersih ke empat kapanewon selama kemarau 2026. Turi menjadi wilayah dengan bantuan terbanyak.
Sebanyak 12 WNI menerima amnesti dari Myanmar setelah menjalani hukuman. KBRI Yangon memfasilitasi kepulangan mereka ke Indonesia.
Gunung Anak Krakatau erupsi beruntun sejak dini hari. Status Siaga, warga dan wisatawan dilarang mendekat dalam radius 3 kilometer.
Kemenhut menyiapkan DAK Rp5,5 miliar untuk memperkuat penanganan karhutla Kalbar melalui operasi udara, darat hingga pembasahan gambut.
Jadwal SIM Keliling Bantul Sabtu 5 September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Bimbel makin diminati orang tua di Jogja. Disdikpora DIY mengingatkan agar persiapan sekolah tidak membuat anak mengalami tekanan berlebihan.