Dapur Umum bagi Warga Terdampak Covid-19 Didirikan di Bantul

Bupati Bantul Suharsono berfoto bersama jajaran Forkompimda Bantul di depan tenda dapur umum yang didirikan di kawasan Pasar Seni dan Wisata Gabusan (PSWG), Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Rabu (6/5/2020). - Istimewa/Pemkab Bantul
07 Mei 2020 14:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kodim 0729 Bantul dan Kepolisian Resor (Polres) Bantul beserta Tagana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mendirikan dapur umum bagi warga terdampak Covid-19.

Sebanyak 1.000 kotak nasi beserta lauk pauk diproduksi setiap harinya dari dapur umum yang didirikan di kawasan Pasar Seni dan Wisata Gabusan (PSWG), Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul tersebut. Nasi kotak tersebut kemudian didistribusikan ke rumah warga melalui anggota Babinsa TNI dan Bhabinkamtibmas Polri yang ada di desa-desa.

Pada hari pertama menu nasi kotak adalah nasi, ayam, sayur, dan buah. Rencananya menu berikutnya juga berganti. “Mudah-mudahan dengan didirikannya dapur umum ini dapat membantu warga yang terkena dampak Covid-19,” kata Komandan Kodim 0729 Bantul, Letnan Kolonel Didi Carsidi, Rabu (6/5/2020).

Didi mengatakan dapur umum hanya beroperasi selama tiga hari dan setiap harinya membuat 1.000 porsi nasi lengkap dengan lauk dan sayur. Anggaran yang digunakan selama beroperasinya dapur umum tersebut sekitar Rp25 juta. Dana tersebut berasal dari anggaran Pemkab Bantul.

Dia memastikan anggaran tersebut sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan dapur umum. Sementara total personel yang diterjunkan untuk membantu di dapur umum tersebut adalah 30 personel dari Kodim 0729 Bantul, 40 personel dari Polres Bantul dan 20 personel dari Tagana dan BPBD Bantul.

Bupati Bantul Suharsono berharap keberadaan dapur umum tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19, khususnya warga yang kurang mampu. Ia juga menilai menu yang disiapkan cukuo memenuhi gizi.