Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Kepala DLH Kota Jogja, Suyana (kiri) menyerahkan piagam penghargaan Kalpataru Penyelamat Lingkungan pada pengelola Sekolah Sungai, Selasa (30/6/2020). -Ist/Dok kelurahan
Harianjogja.com, JOGJA--Dengan banyaknya pencemaran yang terjadi akibat limbah perkotaan, kondisi sungai Code cukup memprihatinkan.
Kondisi ini disulap oleh masyarakat Kelurahan Cokrodiningratan dengan wisata edukatif bernama Sekolah Sungai, hingga mampu meraih penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan Hidup.
Lurah Cokrodiningratan, Narotama, menuturkan sebelumnya kesadaran warga untuk tidak membuang sampah di sungai sangat sulit dikendalikan hingga menyebabkan pencemaran. Perilaku ini perlahan diubah dengan menyadarkan masyarakat akan pentingnya sungai yang bersih.
Untuk itu, Kelurahan Cokrodiningratan menggandeng Pemerti Code, sebuah forum masyarakat di sekitar sungai Code untuk membuat inovasi bernama Sekolah Sungai. "Masyarakat diajak untuk menjaga kebersihan sungai," ujarnya, Selasa (30/6/2020).
Sekolah Sungai merupakan inovasi merawat sungai dengan konsep wisata edukasi, dimana wisatawan diajak belajar mengenai konservasi sungai. Di sini, wisatawan bisa belajar di samping melalui materi juga langsung praktek dengan menyusuri perkampungan du sekitar sungai Code.
Dalam Sekolah Sungai juga terdapat kurikulum yang disesuaikan dengan segmentasi peserta yang ikut, diantaranya pengelolaan sampah melalui bank sampah, pengelolaan air secara mandiri Tirta Kencana secara murah, pelestarian burung dan tanaman, potensi kuliner dan kerajonan masyarakat setempat dan kegiatan budaya pinggir sungai.
"Tujuan kami untuk mengenalkan sungai sebagai ekosistem, membangun kesadaran pentingnya melestarikan daerah aliran sungai secara umum dan mendorong terbentuknya kelompok masyarakat peduli sungai," kata Pengelola Sekolah Sungai, Totok Pratopo.
Menurutnya, upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian daerah aliran sungai (DAS) penting di tengah berkembangnya jumlah penduduk dan bangunan di perkotaan. DAS memiliki peran penting sebagai tempat berlangsungnya proses hidrologi, biofisik dan sosial-ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Suyana, mengatakan Penghargaan diberikan dalam empat kategori, yaitu Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, dan Pembina Lingkungan.
Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. "Pemerintah Kota Jogja menyelenggarakan Seleksi Calon Penerima Penghargaan Kalpataru pada Maret lalu," ujarnya.
Dari torehan prestasi tersebut para penerima Penghargaan Kalpataru diberikan tropi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp3 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan
Dopamine 3.0 menjadi jailbreak pertama yang mendukung iOS 26 dan iOS 26.0.1 setelah 326 hari. Namun fitur ini baru tersedia untuk perangkat Apple dengan chip A1
SUV misterius Honda tertangkap kamera saat menjalani uji jalan di Kanada. Desainnya berbeda dari CR-V saat ini dan memunculkan spekulasi soal hadirnya Accord SU
KAI menghadirkan promo spesial HUT Kemerdekaan RI ke-81 berupa diskon tiket kereta api ekonomi komersial sebesar 17% untuk keberangkatan 17 Agustus 2026.
Film Ketok Mejik tayang 13 Agustus 2026. Ananta Rispo, Tarra Budiman, Dodit Mulyanto bintangi komedi horor tentang bengkel terbelit utang dan palu sakti. Cek si