Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, WONOSARI – DPD Golkar Gunungkidul sempat melirik Martanti Soenar Dewi sebagai bakal calon wakil bupati dalam pilkada tahun ini. Meski demikian, niatan tersebut menghilang sehingga mulai melirik kandidat baru.
Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, Martanti sempat menjadi kandidat bakal cawabup dari Golkar. Selain merupakan warga asli Gunungkidul kelahiran Kapanewon Ponjong, pertimbangan lain karena Martanti tercatat sebagai kader Golkar yang aktif di pengurusan DPD Jawa Timur.
BACA JUGA : Fokus Pilkada, Anton Mundur dari DPRD Gunungkidul
Hanya saja, sambung Heri, niatan tersebut memudar karena kiprah Martanti hingga saat ini belum terlihat. Menurut dia, selama pandemi corona seharusnya dijadikan modal mengenalkan diri ke masyarakat, tapi faktanya tak juga digunakan untuk turun ke masyarakat.
“Komunikasi kami juga kurang lancar, sehingga diputuskan mencari figur baru untuk cawabup,” kata Heri kepada Harianjogja.com, Senin (6/7/2020).
Dia mengatakan, untuk kandidat baru sudah berkomunikasi dengan dua tokoh. Hanya saja, Heri enggan membeberkan kedua tokoh yang sedang didekati untuk jadi bakal cawabup dari Partai Golkar. “Ada dua yang kami dekat,” katanya.
Disinggung mengenai bakal calon bupati, Heri mengatakan sudah mantab untuk mengusung Mayor Sunaryanto sebagai calon. “Cabup tetap Mayor, tapi sekarang kami sedang mencari pendampingnya,” kata Wakil Ketua DPRD Gunungkidul ini.
BACA JUGA : Nasdem Bantah Tuduhan Tak Demokratis dalam Pilkada
Sebelumnya, Ketua DPC Demokrat Gunungkidul, Supriyani Astuti mengatakan, partainya sudah mantap mendukung Rektor UNY, Sutrisna Wibawa berpasangan dengan Ahmad Ardi Widanto sebagai pasangan dalam pilkada. Bukti dukungan ini sudah dituangkan dalam surat rekomendasi yang ditandantangani oleh Ketua Umum Partai Demokrat. “Rekomendasinya sudah kami ambil di akhir Juni lalu,” katanya.
Menurut Yani, sapaan akrabnya, partainya hanya memiliki tiga wakil yang duduk di kursi DPRD Gunungkidul. Meski demikian, untuk pencalonan sudah sepakat menjalin koalisi dengan partai lain seperti PKS, PAN dan Gerindra. “Kami sepakat untuk mengusung calon bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.