Kali Belakang Kantor Pemkab Gunungkidul Ditutup, Habiskan Rp1 Miliar
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul Anton Supriyadi mengundurkan diri sebagai wakil rakyat. Keputusan mundur erat kaitannya dengan niatan untuk maju sebagai bakal calon kepala daerah dari jalur independen.
“Surat pengunduran diri sudah saya buat dan diserahkan ke Sekretariat DPRD Gunungkidul kemarin [Senin 18/5]. Dengan begitu, maka saya sudah menjadi rakyat biasa,” kata Anton kepada Harian Jogja, Selasa (19/5/2020).
Menurut dia, keputusan mundur sebagai wakil rakyat sudah dipertimbangkan dengan matang. Anton menuturkan keputusan itu dibuat juga tidak lepas dari niatan untuk maju sebagai bakal calon dari jalur independen. “Surat tidak hanya diserahkan ke Sekretariat DPRD, tetapi juga diserahkan ke Partai Nasional Demokrat [Nasdem],” katanya.
Sekretaris DPRD Gunungkidul, Agus Hartadi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya surat pengunduran diri Anton Supriyadi sebagai wakil rakyat. Meski demikian, untuk tindaklanjut keputusan itu masih menunggu arahan dari pimpinan Dewan. “Kami hanya memfasilitasi. Jadi, untuk kelanjutan pengunduran diri masih menunggu arahan pimpinan,” katanya.
Ketua DPD Nasdem Gunungkidul, Suparjo, belum bisa dikonfirmasi berkaitan dengan pengunduran diri Anton. Saat dihubungi melalui sambungan telepon atau pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.
Untuk diketahui, niatan maju sebagai bakal calon bupati dari jalur perseorangan sudah terlihat sejak Anton menggandeng Kepala Sub Perundang-undangan Sekretaris DPRD Gunungkidul, Suparno, sebagai calon wakilnya. Niatan maju juga dibuktikan dengan mengumpulkan dukungan e-KTP sebanyak 51.340 jiwa. Namun saat diteliti tim dari KPU, jumlahnya berkurang menjadi 46.169 jiwa. Meski demikian, jumlah tersebut sudah memenuhi syarat minimal untuk maju ke tahapan berikutnya.
Sayangnya, saat proses verifikasi administrasi, tahapan terpaksa harus dihentikan sementara waktu karena adanya pandemi Corona. Pasangan Anton Supriyadi-, Suparno, mengakui akan mengikuti jejak Anton dan siap mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Hanya saja, ia menilai keputusan mundur baru diambil saat ditetapkan sebagai calon.“Kami akan ikuti aturan. Tetapi saya mundur saat sudah ada ketetapan dari KPU Gunungkidul,” katanya.
Bersama-sama dengan Anton, Suparno mengakui akan mengikuti setiap proses tahapan yang ada di KPU. “Kami sudah berniat maju. Jadi, konsekuensi dari pencalonan pasti kami patuhi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.