9.921 Penerima Bansos Gunungkidul Terindikasi Judol, Ini Cara Sanggah
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pasien positif corona di Gunungkidul bertambah empat pasien sehingga total berjumlah 32 kasus. Hingga saat ini masih ada delapan pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tambahan empat kasus berasal dari Ponjong satu kasus, Semanu dua kasus dan satunya berasal Wonosari. Tambahan ini berasal dari penularan di Dusun Mokol, Selang dan Dusun Gadungsari, Wonosari. “Ini masuk dalam transmisi lokal,” kata Dewi, Selasa (19/5/2020).
Menurut dia, potensi pertambahan kasus positif masih mungkin bertambah karena adanya tes cepat yang dilakukan secara massal. Untuk tes massal, pihaknya masih menunggu data terbaru karena dari 71 warga reaktif baru keluar hasilnya sembilan. “Sembilan negatif. Sedangkan lainnya masih menunggu. Nanti kalau datanya keluar pasti kami informasikan ke masyarakat,” katanya.
Total hingga saat ini sudah ada 23 kasus positif dinyatakan sembuh. Sedangkan delapan kasus masih dalam perawatan di rumah sakit. “Ada satu pasien yang meninggal dunia,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi. Warga diminta tenang dan menghindari radius 3 km dari pusat erupsi.
Bakom meminta masyarakat merujuk informasi resmi pemerintah terkait erupsi Gunung Anak Krakatau dan tidak menyebarkan isu tsunami.
Jokowi menyerukan pembangunan PBB 2.0 dengan lembaga, mediasi, dan diplomasi global yang lebih kuat untuk menghadapi konflik dunia.
Menhub Dudy Purwagandhi meminta maskapai segera menginformasikan pembatalan dan refund tiket akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Perubahan desil membuat sebagian warga DIY kehilangan bansos. Sekda DIY meminta verifikasi data DTSEN dipercepat agar bantuan tepat sasaran.